Waspada
Waspada » Anggota DPRD Sumut Minta Satgas Fokus Prokes
Medan

Anggota DPRD Sumut Minta Satgas Fokus Prokes

ANGGOTA DPRD Sumut H Jumadi. Dia meminta Satgas Covid-19 untuk fokus menjalankan protokol kesehatan (prokes). Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut H Jumadi. Dia meminta Satgas Covid-19 untuk fokus menjalankan protokol kesehatan (prokes). Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut H Jumadi (foto) meminta Satgas Covid-19 Pemprovsu untuk fokus pada pengetatan protokol menjalankan protokol kesehatan (prokes) di kabupaten/kota di Sumut.

“Saya kira ketatkan saja prokesnya dengan terus memberi sosialisasi dan edukasi masyarakat,” kata Jumadi kepada Waspada di Medan, Senin (8/3).

Anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS) ini merespon pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro untuk enam kota/kabupaten yang tercatat memiliki angka terkonfirmasi Covid-19 yang banyak.

PPKM dimulai di enam kota itu dimulai 9-22 Maret, yakni Kota Medan, Kota Binjai, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Langkat.

Penerapan PPKM Mikro tersebut tertuang dalan Surat Gubsu No 360/1879/2021, tertanggal 4 Maret 2021.

Adapun sasaran PPKM Sektor yang terkait kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Terkait ini, Jumadi menyebutkan, sebenarnya esensi dari PPKM adalah untuk menekan penyebaran pandemi melalui langkah-langkah pendisplinan dan aturan, agar masyarakat terhindar dari penyakit itu.

“Kalau esensinya penerapan prokes yang ketat, saya kira tinggal sosialisasi dan edukasinya saja yang perlu diperluas agar diketahui, dipatuhi dan dijalankan masyarakat,” katanya.

Tegas

Untuk PPKM mikro, Jumadi menyebutkan, pelaksanaan aturan hendaknya dilakukan secara sungguh-sungguh dan tegas serta hendaknya tidak terkesan diskriminatif.

“Di Kota Medan ini kan banyak masyarakat yang kehidupan sehari-harinya berjualan, dan ada yang berdagang malam hari. Kalau nanti diperketat jam operasionalnya, ini gimana untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sebaiknya, berilah keleluasan sektor Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM) agar mereka dapat berusaha dengan baik.

“Di masa pandemi, ada warga yang stres karena anak-anak mereka belajar di rumah, lalu orangtua mereka juga dibatasi berdagang. Lantas bagaimana nanti kehidupan mereka,” sebut Jumadi.

Karenanya, Jumadi berharap berbagai aturan yang diterapkan pemerintah kalau esensinya untuk menekan pandemi Covid-19, sebaiknya lebih difokuskan pada edukasi dan sosialisasi secara terus menerus.

“Berilah pemahaman kepada masyarakat untuk terus mengampanyekan protokol kesehatan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker/hand sanitizer, dan menghindari kerumunan). Artinya prokes tetap jalan, usaha mereka juga dapat hidup,” pungkas Jumadi. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2