Waspada
Waspada » Anggota DPRD Sumut Minta PKH Sertakan  Komponen Telur
Medan

Anggota DPRD Sumut Minta PKH Sertakan  Komponen Telur

ANGGOTA DPRD Sumatra Utara (Sumut), Sugianto Makmur. Dia minta program keluarga harapan (PKH) sertakan komponen bantuan telor guna membantu peternak telur. Waspada/Ist
ANGGOTA DPRD Sumatra Utara (Sumut), Sugianto Makmur. Dia minta program keluarga harapan (PKH) sertakan komponen bantuan telor guna membantu peternak telur. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Sugianto Makmur (foto), meminta pemerintah menyertakan telur ayam dalam komponen bantuan. Ini dimaksudkan agar perekonomian masyarakat yang masih belum stabil terbantu dengan kehadiran komponen tersebut.

“Kita berharap komponen bantuan PKH untuk masyarakat tetap menyertakan telur ayam, sekaligus membantu peternak ayam petelur. Ibarat pepatah sekali dayung, dua pulau terlampaui,” ujar Sugianto Makmur kepada wartawan, Sabtu (13/3).

Politisi PDI-P itu merespon langkah Kementerian Sosial (Kemensos) yang kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) program keluarga harapan (PKH).

Setiap keluarga kurang mampu mendapatkan dari bantuan Rp900 ribu hingga Rp3 juta per tahun.
BLT ini bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 serta menggerakkan ekonomi nasional.

Program bantuan sosial (bansos) ini tertuang dalam surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial nomor 02/3/BS.02.01/01/2020 tentang Indeks dan Faktor Penimbang Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan 2020.

Masa pandemi covid-19, lanjut anggota Komisi B DPRD Sumut membidangi perekonomian ini, telah membawa kesulitan bagi banyak lapisan masyarakat.

Jamin Kecerdasan Anak

Dia menilai, peranan peternak ayam petelur itu sangat besar dalam menjamin kecerdasan anak cucu penerus bangsa ini, mengingat telur ayam sumber protein hewani paling murah dan terjangkau kecukupan protein hewani penting.

Apabila peternak ayam petelur bangkrut, bisa mengakibatkan kelangkaan telur dan berdampak harga telur mahal, sehingga tidak terjangkau masyarakat, sehingga kecukupan protein hewani pun terancam. Di sini, intervensi pemerintah sangat penting membantu peternak ayam petelur

“Belum lagi masalah harga bahan pakan ayam yang semakin mahal dan mengalami kenaikan dari 20-80 persen. Kemudian rendahnya harga telur yang mengakibatkan kerugian peternak ayam petelur rugi mencapai milyaran rupiah,” ungkapnya.

Jika pemerintah memberi PKH dengan mengikutkan telur ayam, ungkap anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Binjai-Langkat ini, pemerintah secara tidak langsung turut meringankan beban mereka.

Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga diharapkan membantu petani peternak ayam petelur dengan membuka kran impor jagung langsung ke asosiasi peternak.

“Dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu, telah direkomendasikan agar memerikan kuota impor jagung dan bahan pakan lain langsung pada asosiasi peternak ayam petelur dalam hal ini P3SU, tidak lagi melalui bulog. Bila impor melalui Perum Bulog, hanya menambah mata rantai dan menambah biaya/cost lebih besar,” ujar Sugianto. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2