Anggota DPRD Sumut Minta Pemko Dan Pemprovsu Fokus Ke Pencegahan Covid-19

Anggota DPRD Sumut Minta Pemko Dan Pemprovsu Fokus Ke Pencegahan Covid-19

  • Bagikan
ANGGOTA DPRD Sumut M Subandi. DPRD Sumut minta Pemko dan Pemprovsu fokus ke pencegahan Covid-19. Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut M Subandi. DPRD Sumut minta Pemko dan Pemprovsu fokus ke pencegahan Covid-19. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut M Subandi (foto) meminta Pemprovsu dan Pemko Medan melalui Satgas Covid-19 untuk fokus kepada upaya pencegahan pandemi Covid-19 melalui berbagai langkah. Misalnya memberikan asupan makanan, vitamin dan pengetatan prokes kepada masyarakat.

“Langkah ini saya kira lebih mendorong masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan dan waspada terhadap virus Covid-19,” kata Subandi kepada Waspada di Medan, Senin (26/7).

Anggota dewan dari Fraksi Gerindra ini merespon Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang kini diperpanjang lagi hingga 2 Agustus 2021.

Pelaksanaan PPKM darurat termasuk di Medan dilaksanakan melalui berbagai langkah, termasuk penyekatan jalan di 40 titik di Kota Medan.

Merespon itu, Subandi berpendapat PPKM darurat hendaknya menjadi bentuk kewaspadaan bagi semua lapisan masyarakat untuk semakin sadar mencegah penyebaran Covid-19.

Menyebut bentuk kewaspadaan, Subandi mengingat di masa sekolah dulu, ada pameo menyebutkan, mencegah lebih baik daripada mengobati.

“Kalau itu diimplementasikan, wujudnya adalah agar pemerintah memberi perhatian kepada masyarakat untuk membantu vitamin, ini maksudnya supaya masyarakat dapat menjaga kesehatan lebih baik dan waspada terhadap Covid-19,” katanya.

Kesempatan Berusaha

Upaya pencegahan lainnya, terutama di masa PPKM darurat, sebut Subandi, hendaknya mempertimbangkan kesempatan berusaha para pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Nah kalau jalan mereka disekat, tentu mereka tidak bisa berusaha lagi, di sini kalau saya lihat konteksnya kan bukan meniadakan berusaha, tetapi bagaimana mereka tetap dapat berusaha di tengah PPKM darurat,” katanya.

Artinya, jika mengacu kepada penerapan PPKM darurat, sebaiknya fokus pencegahannya berupa pengetatan protokol kesehatan. “Ini yang harus diperketat, agar masyarakat bisa lebih waspada dan hati-hati, bukan menutup usaha pedagang,” katanya.

Berkaitan dengan lemahnya imunitas masyarakat terkait Covid-19, Subandi berpendapat, hal itu bisa terjadi, termasuk dari kehadiran rumah sakit yang menanganan pasien Covid-19.

“Kita berharap Rumah sakit yang mengobati pasien untuk transparan, jangan penyakit bisul dikatakan Covid-19, ini kan bisa membuat imunitas masyarakat jadi turun, mereka jadi takut berobat ke rumah sakit,” pungkasnya. (cpb)

  • Bagikan