Anggota DPRD Sumut Marajaksa Harahap Minta Pertamina Antisipasi Stok BBM

Anggota DPRD Sumut Marajaksa Harahap Minta Pertamina Antisipasi Stok BBM

  • Bagikan
ANGGOTA DPRD Sumut Marajaksa Harahap. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Marajaksa Harahap (foto) meminta pemerintah melalui PT Pertamina Sumbagut dapat mengantisipasi stok BBM khususnya di Sumut. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi lagi kekosongan di masa yang akan datang.

“Kita minta Pertamina serius antisipasi stok BBM terutama setelah penurunan status level Covid-19 di Sumut,” kata Marajaksa kepada Waspada di Medan, Jumat (15/10).

Anggota dewan dari Komisi B yang tupoksinya membidangi masalah enerji dan sumber daya mineral itu merespon kelangkaan BBM di sejumlah wilayah di Sumut.

Hal itu kemudian yang menyebabkan Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting melayangkan surat ke PT. Pertamina Marketing Operasional Regional (MOR) I Sumut terkait kelangkaan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Merespon ini, Marajaksa menyebutkan, selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), lebih 75 persen kendaraan tidak beroperasi.

“Tapi kemudian terjadi penurunan level, sehingga dipastikan akan terjadi kenaikan konsumsi BBM,ini saya kira yang tidak diantisipasi,” katanya.

Seharusnya, dengan penurunan level ini, Pertamina sudah menyiagakan rencana untuk menyiapkan stok atau menambah kebutuhan BBM di setiap SPBU.

“Ini agaknya tidak diantisipasi pertamina. Diharapkan Pertamina mewakili pemerintah segera mengatasi kelangkaan BBM dengan menambah pasokan ke semua SPBU di Sumut. Kasihan rakyat yang terkendala angkutan hingga mempengaruhi perputaran ekonomi yang sudah mulai bangkit setelah PPKM,” katanya.

Keterlambatan

Sebelumnya, Area Manager Communication Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Taufikurachman, mengungkapkan, kekurangan pasokan BBM di sejumlah SPBU tersebut karena sempat terjadi keterlambatan kapal tanker yang mengangkut BBM ke Sumut
“Ada keterlambatan kedatangan tanker, tapi sekarang sudah aman,” kata Taufikurachman saat ditemui, Kamis (14/10/2021).
Dia menjelaskan, beberapa hari lalu memang sempat terjadi keterlambatan kapal tanker, sehingga stok BBM yang ada harus didistribusi sedemikian rupa sembari menunggu kapal tanker berikutnya sandar di terminal BBM Belawan.
Ia mengatakan, kapal tanker tersebut bermuatan 15.900 Kilo Liter (KL), dengan jumlah tersebut diperkirakan stok BBM aman untuk beberapa hari ke depan di Sumut. Pertamina terpaksa memperketat distribusi agar stok yang ada tak serta merta dihabiskan yang justru menimbulkan kelangkaan luar biasa di lapangan.
Dia juga menampik bahwa kondisi yang terjadi saat ini disebut kelangkaan BBM. Namun, stok BBM justru ada, hanya distribusinya saja yang terlambat.
Apalagi, setelah PPKM dilonggarkan pemerintah, konsumsi BBM di Sumut naik signifikan hingga 11 persen. Hal inilah yang membuat kondisi di lapangan seolah-olah BBM langka karena setiap kali BBM didistribusikan ke SPBU, seketika itu juga langsung habis.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga siap memberikan tambahan pasokan BBM untuk daerah-daerah yang mengalami peningkatan konsumsi misalnya di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
“Dengan menurunnya level PPKM aktivitas masyarakat mulai meningkat dan seiring dengan itu telah terjadi kenaikan konsumsi BBM,” katanya. Dia juga mengimbau agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak perlu membeli BBM secara berlebihan. (cpb)

  • Bagikan