Anggota DPRD Sumut Dhody Thaher: Junimart Harus Belajar Sejarah

  • Bagikan
ANGGOTA DPRD Sumut Dhody Thaher. Anggota DPR RI Junimart Girsang untuk tidak gegabah melontarkan pembubaran Pemuda Pancasila diminta untuk belajar dan mengetahui sejarah berdirinya organisasi masyarakat (ormas) tersebut. Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut Dhody Thaher. Anggota DPR RI Junimart Girsang untuk tidak gegabah melontarkan pembubaran Pemuda Pancasila diminta untuk belajar dan mengetahui sejarah berdirinya organisasi masyarakat (ormas) tersebut. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Dhody Thaher (foto) meminta anggota DPR RI Junimart Girsang untuk tidak gegabah melontarkan pembubaran Pemuda Pancasila. Junimart diminta untuk belajar dan mengetahui sejarah berdirinya organisasi masyarakat (ormas) tersebut.

“Kita minta pelajari dan hargai sejarah lahir dan terbentuknya PP yang sudah ada sejak tahun 1959, dan ini tidak bisa dilepaskan dari perjuangan bangsa,” kata Dhody kepada Waspada di Medan, Senin (29/11).

Ketua Komisi B DPRD Sumut itu merespon aksi damai massa PP di gedung DPRD Sumut, kemarin, yang diterima Wakil Ketua Harun Mustafa, Irham Buana Nasution, dan anggota Rusdi Lubis di ruang dewan.

Dhody mengapresiasi perwakilan ormas yang menyampaikan tuntutan secara santun kepada legislatif agar Junimart meminta maaf.

Terkait sejarah, PP merupakan sebuah organisasi yang dibentuk pada 28 Oktober 1959. Ormas ini diinisiasi beberapa tokoh militer, seperti AH Nasution, Ahmad Yani, Gatot Subroto, dan beberapa tokoh militer yang lain kala itu.

Dhody menyebutkan, lahir tahun 1959, PP telah mengarungi periodesasi dan telah melahirkan kader terbaik, dan ikut membangun bersama pemerintah dan masyarakat.

“Sehingga peran ormas itu tidak dapat dilepaskan dari sejarah bangsa dan pembangunan hingga kini,” katanya.

Karenanya, Dhody menyesalkan munculnya pernyataan yang dilontarkan Junimart dan telah menimbulkan kegaduhan di Jakarta.

“Kita minta Junimart menyampaikan permohonan maaf melalui media massa, cetak, online maupun media sosial,” katanya. Kemudian, Dhody minta Junimart tidak mengulangi kesalahan serupa di masa yang akan datang.

Dhody juga berharap masalah ini dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana serta meminta masyarakat untuk tenang dan tidak terprovokasi oleh hasutan. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *