Anggota DPRD Sumut Dedi Iskandar Minta Warga Labura Tetap Jaga Kekompakan

Anggota DPRD Sumut Dedi Iskandar Minta Warga Labura Tetap Jaga Kekompakan

  • Bagikan
ANGGOTA DPRD Sumut Dedi Iskandar. Dia minta seluruh lapisan masyarakat di Labuhan Batu Utara (Labura) tetap menjaga kekompakan. Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut Dedi Iskandar. Dia minta seluruh lapisan masyarakat di Labuhan Batu Utara (Labura) tetap menjaga kekompakan. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Dedi Iskandar (foto) meminta lapisan masyarakat di Labuhan Batu Utara (Labura) tetap menjaga kekompakan dan menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labuhanbatu Utara (Labura) Aminurrasyid Aruan.

“Serahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang, termasuk jajaran kepolisian untuk menindaklanjjuti kasus tersebut,” kata Dedi kepada Waspada, di Medan, Rabu (28/7).

Anggota dewan dari Fraksi PKS ini merespon perkembangan terkini lanjutan pembunuhan Aminurrasyid Aruan, dengan telah ditangkapnya tersangka A D, 35 di kawasan perkebunan Gunting Saga, Kualuh Selatan, Labura, Selasa malam beberapa jam setelah terbunhnya korban.

                                             

Menyikapi ini, Dedi Iskandar wakil rakyat dari Dapil V yang meliputi Laburan, Labusel dan Labuhan Batu itu sangat berharap masyarakat tetap tenang, tidak menimbulkan gejolak baru dan menyerahkan proses hukum kepada aparat kepolisian.
Terkait penangkapan terhadap tersangka, Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan membenarkannya dan prosesnya akan ditindaklanjuti secara hukum yang berlaku.

Saat ini, polisi masih mendalami keterangan sejumlah saksi dan terduga pelaku untuk mengungkap motif pembunuhan.

Anggota DPRD Sumut Dedi Iskandar menyampaikan apresiasinya atas gerak cepat kepolisian di Polres Labuhan Batu dan jajarannya yang berhasil menangkap tersangka.

“Ini tentu saja melegakan masyarakat yang sempat emosi karena geram dengan perbuatan A D yang tak lain adalah buruh kebun di perusahaan sawit milik korban,” katanya.

Namun emosi massa berhasil diredam berkat gerak cepat petugas yang membawa tersangka ke komando.

Tak Terima Ditegur

Dedi dapat memahami tersulutnya emosi warga karena korban dikenal sebagai tokoh masyarakat yang banyak membantu warga termasuk AD.

“Dari hasil informasi, tersangka A D tak terima setelah ditegur, dan tersulut emosinya, sehingga nekad melakukan tindakan pembunuhan,” kata Dedi.

Karenanya, Dedi berharap polisi bergerak cepat untuk mencari motif pelaku, dan siapa di balik aktor peristiwa ini, agar masyarakat dapat mengetahuinya.

“Sampaikan secara transparan kepada masyarakat, dan masyarakat juga diharap ikut mendukung tugas kepolsian,” pungkas Dedi. (cpb)

  • Bagikan