Waspada
Waspada » Anggota DPRD Sumut Datangkan Alat Tes Cepat Corona dari Cina
Medan

Anggota DPRD Sumut Datangkan Alat Tes Cepat Corona dari Cina

ANGGOTA DPRD Sumut Rudy Hermanto. Anggota DPRD Sumut ini mendatangkan alat tes cepat (rapid test) langsung dari Cina, untuk menentukan apakah seseorang terjangkit penyakit akibat virus corona. Waspada/Ist
ANGGOTA DPRD Sumut Rudy Hermanto. Anggota DPRD Sumut ini mendatangkan alat tes cepat (rapid test) langsung dari Cina, untuk menentukan apakah seseorang terjangkit penyakit akibat virus corona. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut datangkan alat tes cepat corona dari Cina, untuk menentukan apakah seseorang terjangkit penyakit akibat virus tersebut.

Anggota DPRD Sumut datangkan alat tes cepat Corona dari Cina diharapkan bisa memberikan kelegaan, terutama orang dalam pengawasan, terkait covid-19.

“Doakan dalam minggu ini sampai ke DPRD Sumut, semoga bisa membantu Pemprovsu menanggulangi pandemi ini,” kata Rudy Hermanto, anggota dewan dari Fraksi PDI-P Sumut kepada Waspada, Senin (23/3).

Alat tes cepat (rapid rest) yang terkemas dalam bentuk bungkus kertas berisikan alat suntik, pipet kecil, kapas dan obat ini nantinya akan digunakan untuk menentukan apakah seseorang dijangkit penyakit akibat corona.

“Kalau positif nanti direkomendasikan untuk ditindaklanjuti, dan kalau negatif tinggal antisipasi dan pengobatan saja,” kata Wakil Ketua Fraksi P-PDI ini.

Hasil dari pemeriksaannya dapat diketahui paling cepat 15 menit, dan pasien cukup menunggu setelah darahnya diambil untuk diperiksa.

Untuk perdananya, alat yang dibeli dari uang pribadi ini, didatangkan sebanyak 24 kemasan, yang per bungkusnya hanya dapat digunakan untuk satu orang.

“Yang pertama kali kalau tiba di Medan (DPRD Sumut), rencananya akan diberikan kepada Gubsu, kemudian untuk dua rekan kita di dewan yang didiagnosa terserang demam tinggi, ” katanya.

Alokasi Dana

Dijelaskannya, kalau alat tersebut diketahui manjur, pihaknya berharap Pemprovsu mengambil langkah untuk menindaklanjutinya. “Kita tentu saja berharap, ada alokasi dana untuk membeli alat itu,” katanya.

Kenapa tergerak membeli alat ini dari Cina? Menurut Rudy, pihaknya mengambil langkah taktis agar orang-orang yang belum diketahui teridap corona, bisa bernafas lega. Atau jika terjangkit, pencegahanannya bisa dilakukan secara dini.

Hingga kini, sejumlah pasien yang diduga masuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP)berada di sejumlah rumah sakit di kabupaten/kota cemas. Lantaran, setelah berhari-hari di ruang isolasi, belum dapat diketahui apakah yang bersangkutan teridap atau tidak.

Atas dasar itulah, Rudy berpikir cepat untuk membantu mereka. “Dalam rapat pimpinan fraksi Jumat lalu, saya melihat tidak ada gerak cepat. Maka saya ambil langkah untuk mengambil langkah taktis untuk membantu orang-orang yang dicurigai teridap penyakit tersebut,” katanya.

Rudy pun siap pasang badan jika terjadi apa-apa pada alat ini, karena sebelum membeli, dia sudah berkonsultasi dengan rekanan dan importir di Medan terkait pengadaan alat tersebut. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2