MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Azmi Yuli Sitorus (AYS) (foto) prihatin dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu), yang terjadi justru saat akan berlangsungnya pesta demokrasi 5 tahunan itu. Dewan mendesak untuk mengusut tuntas oknum yang menyalahgunakan kewenangannya tersebut.
“Kita prihatin yang ditangkap justru penyelenggara Pemilu-nya, ini memalukan dan telah menciderai proses demokrasi,” kata AYS kepada Waspada, di Medan, Minggu (28/1).
Anggota dewan dari FraksI Gerindra Dapil IV Tebingtinggi-Sergai itu merespon OTT yang dilakukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Ditreskrimum Sumut terhadap oknum anggota KPU Padangsidimpuan di salah satu kafe di daerah itu, Sabtu (27/1) lalu.
Sebelumnya, Polda Sumut pada 14 Nopember 2023 lalu juga sudah melakukan OTT terhadap oknum anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, karena diduga karena terlibat pemerasan seorang caleg.
Menyikapi hal itu, AYS, yang juga anggota Komisi A DPRD Sumut yang tupoksinya membidangi pemerintahan itu, mengaku prihatin dan malu dengan peristiwa tersebut.
“Harusnya mereka-mereka itu jadi pengayom, ikut bertugas menyukseskan pemilu 2024, tapi malah kena OTT pula,” kata AYS.
Peristiwa yang kemudian ramai dibincangkan di ruang publik itu menguatkan pesan rendahnya moral penyelenggara Pemilu yang diberi kepercayaan dan wewenang dari pemerintah untuk menyukseskan pesta demokrasi itu.
Karenanya, AYS berharap pihak berwenang termasuk KPU dan Bawaslu untuk memperkuat fungsi pengawasan bahkan menerapkan sanksi berat terhadap jajarannya yang melakukan pelanggaran hukum.
“Selain mengusut tuntas oknum yang terkena OTT itu, perlu ada tindakan tegas agar memberikan efek jera bagi pelaku yang menyalahgunakan kewenangannya,” kata AYS.
Pertaruhan Bangsa
Hal itu perlu dilakukan karena Pemilu 2024 yang akan memilih presiden, wakil presiden, kepala daerah dan legislatif merupakan pertaruhan bangsa dalam memajukan proses demokrasi.
“Ini tidak boleh disepelekan, jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Kita juga diamati dan disorot dunia,” kata AYS,
Selain itu, masyarakat, lanjut AYS dikhawatirkan akan terdampak dengan perbuatan melawan hukum yang dilakukan segelintir oknum tak bertanggungjawab tersebut.
Bawaslu dan KPU, termasuk di Tebingtinggi-Sergai diminta konsisten dan tidak terpengaruh serta senantiasa komit menjalankan tugas menyelenggarakan pemilu secara adil, aman, kondusif serta dijauhkan dari konflik.
AYS juga berharap kepada penyelenggara pemilu terus mendorong masyarakat untuk aktif, proaktif dan berpartisipasi penuh menyukseskan Pemilu .
Terkait dengan langkah yang diambil, Komisi A DPRD Sumut akan mengundang Bawaslu, KPU dan pihak terkait dalam rapat dengar pendapat, guna mencari solusi, antisipasi dan langkah pencegahan, agar pemilu dijauhkan dari persoalan hukum.
“Ini sedang kita kordinasikan, akan kita undang secepatnya,” pungkas AYS. (cpb)