Waspada
Waspada » Anak Masih Butuh Bimbingan Ibu, Penahanan Tersangka ZH Ingin Ditangguhkan
Medan

Anak Masih Butuh Bimbingan Ibu, Penahanan Tersangka ZH Ingin Ditangguhkan

Kasih sayang ibu. Ilustrasi
Kasih sayang ibu. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Penetapan tersangka ZH atas kematian hakim Jamaluddin, dikhawatirkan bisa berpengaruh terhadap perkembangan anak ZH, yang masih membutuhkan bimbingan dari seorang ibu.

Atas dasar tersebut, perlu dilakukan upaya pengajuan penangguhan penahanan terhadap ZH.

“Kemungkinan akan dilakukan penangguhan penahanan. Soal berhasil atau tidak, itu urusan nanti. Kalaupun berlanjut ke pengadilan, tentu saya akan memberikan pembelaan atas dakwaan jaksa,” ucap Onan Purba, penasehat hukum ZH, saat dihubungi Waspada, Sabtu (11/1).

Kata Onan, kondisi anak ZH yang masih kecil, yakni Khanza yang masih berusia 7 tahun menjad perhatian yang mendasari keinginan untuk mengajukan penangguhan penahanan ZH.

“Khanza itu masih 7 tahun. Itu nanti siapa yang akan mengurus. Dari segi moral pengurusan anak, terlepas  dari kesalahan ibunya (ZH), anak itu masih perlu bimbingan orang tuanya,” ujarnya.

Onan menyebutkan, jangan karena penegakan hukum, menimbulkan kasus hukum baru karena penetapan tersangka ZH. “Ditahannya  tersangka ini kan merupakan penegakan hukum,  tapi jangan karena itu pula menimbulkan kasus hukum baru yang sampai-sampai membuat anaknya jadi terlantar,” ujarnya.

Harapan dia, kliennya bisa ditangguhkan penahanannya atau setidaknya pengalihan penahanan,  menjadi tahanan rumah atau tahanan kota. Sejauh ini, Onan masih terus berkomunikasi dengan keluarga ZH, sambil menunggu kepastian pengajuan penangguhan penahanan.

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan Hakim PN Medan Jamaluddin pada Selasa (7/1) lalu. Polisi menetapkan tiga tersangka, yakni ZH, yang merupakan istri kedua almarhum, dan dua orang suruhannya, berisinial JP dan RF.

Jamaluddin ditemukan tewas dalam mobilnya di sebuah jurang Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kec. Kutalimbaru, Kab. Deliserdang, Jumat 29 November 2019. (cra)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2