Waspada
Waspada » Anak Hakim Jamaluddin Mohon Ibunya Dihukum Mati
Medan

Anak Hakim Jamaluddin Mohon Ibunya Dihukum Mati

KENNY Akbari saat memberikan kesaksian di PN Medan, Selasa (7/4). Dalam kesaksiannya, Kenny minta ibunya dihukum mati dalam kasus pembunuhan ayahnya. Waspada/Rama Andriawan
KENNY Akbari saat memberikan kesaksian di PN Medan, Selasa (7/4). Dalam kesaksiannya, Kenny minta ibunya dihukum mati dalam kasus pembunuhan ayahnya. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada):  Kenny Akbari, anak hakim almarhum Jamaluddin mohon ibunya dihukum mati dalam kasus pembunuhan ayahnya.

Keinginan anak hakim Jamaluddin yang mohon ibunya dihukum mati disampaikan ketika dia dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang lanjutan pembunuhan hakim Jamaluddin.

Hadir tiga terdakwa — Zuraida Hanum, Reza Fahlevi dan Jefri Pratama — dalam sidang lanjutan yang digelar online di Ruang Cakra 3, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (7/4).

Kenny memberikan kesaksian atas pembunuhan ayahnya. Dalam kesaksiannya, Kenny meminta majelis hakim untuk menjatuhi hukuman mati terhadap terdakwa Zuraida Hanum, yang juga ibu tirinya  — dan dua terdakwa lainnya.

“Saya memohon kepada majelis hakim untuk menghukum seberat-beratnya, kalau bisa hukum mati,” pinta Kenny di hadapan hakim ketua, Erintuah Damananik.

Kenny hadir di persidangan bersama adiknya, Rajiv. Kenny terlihat memakai baju berwarna coklat krim dengan jilbab bercorak hitam.

Dalam keterangannya, Kenny juga mengaku bahwa dirinya mengetahui ayahnya meninggal ketika diberi tahu oleh lurah di lingkungannya.

“Kabar Abah meninggal dikasih tahu sama pak lurah,” kenang Kenny.

Ditururkan Kenny, terakhir kalinya melihat Jamaluddin tepat berada di kamar mayat RS Bhayangkara Medan.

Mirisnya, saat itu Kenny masih pergi bersama terdakwa Zuraida Hanum. “Saya datang bersama Zuraida ke rumah sakit,” ungkapnya.

Tidak Akur

Kasus pembunuhan hakim Jamaluddin bermula dari hubungan rumah tangga terdakwa Zuraida Hanum dengan Jamaluddin yang tidak akur.

Sehingga terdakwa sering memendam perasaan marah, kecewa kepada korban.

Zuraida Hanum ternyata tidak hanya bercerita ke terdakwa, M Jefri Pratama dan M Reza Fahlevi soal ketidak harmonisan rumah tangganya dengan almarhum suaminya, hakim Jamaluddin.

Zuraida sudah lama memiliki niat untuk menghabisi Jamaluddin karena kelakuannya.

Lalu, sekitar bulan November 2019, terdakwa menghubungi saksi Jefri Pratama dan mengajak bertemu di Everyday Cafe di Jl Ringroad Medan.

Lalu terdakwa menceritakan masalah rumahtangganya, yang mana korban sering mengkhianatinya, dan terdakwa juga mengatakan kepada Jefri agar ia mati saja.

Singkatnya, pada berkas dakwaan disebutkan, Zuraida kemudian bersama Jefri, Reza, akhirnya menghabisi nyawa Jamaluddin.

Caranya dengan cara membekap mulut korban saat masih keadaan tertidur di rumahnya di Jl Aswad, Perumahan Royal Monaco, Blok B No 22, Medan.

Usai membunuh korban, Jefri dan Reza membawa jenazahnya ke Dusun II, Namo Rindang, Desa Sukadame, Kec Kutalimbaru, Deliserdang.

Mereka ke sana dengan mengendarai mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK77HD warna hitam.

Para pelaku kemudian meninggalkan korban di dalam mobil tersebut di sebuah jurang.

Korban ditinggalkan dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang.

Terdakwa Zuraida Hanum, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi diancam hukuman mati. (Cra)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2