Anak Gadisnya Diperkosa Pacar, Ibu Malah Minta iPhone

  • Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Mawar, 17, (bukan nama sebenarnya) siswi kelas 3 SMA di Kota Medan mengalami tindak rudapaksa (pemerkosaan) pria berinisial AM yang tak lain merupakan pacar ibu kandung korban.

Diketahui, ibu dan ayah kandung korban telah berpisah. Mawar kemudian memilih untuk tinggal di rumah kontrakan bersama Ibunya.

Luqman Sulaiman selaku kuasa hukum Mawar mengatakan, peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi pada tanggal 2 Agustus 2021 di Kecamatan Medan Polonia, yang merupakan rumah kontrakan ibunya.

Luqman mengatakan, korban mengalami trauma akibat pemerkosaan itu. Menurut dia, korban kemudian melarikan diri dan melaporkan peristiwa itu ke ayahnya.

“Ayah sama ibunya belum bercerai, tapi sudah pisah ranjang. Jadi, setelah peristiwa itu, si korban pergi bersama temannya menemui ayahnya. Itulah kami laporkan,” jelas Luqman.

Luqman menjelaskan kronologi perbuatan asusila itu, yakni saat sang ibu sedang bekerja, AM datang ke rumah kontrakannya dan langsung menyelinap masuk ke dalam kamar Mawar.

“Di sana AM menggagahi korban walaupun Mawar telah melakukan perlawanan,” kata Luqman, Jumat (29/10).

Mendapat perlakuan tersebut, Mawar kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Ibu kandungnya.

Miris, ibu kandung korban malah menyarakan Mawar agar tak memberitahu tindakan tersebut kepada orang lain.

Ketagihan, AM kembali melakukan perbuatan bejatnya itu pada 20 Agustus 2021. Saat itu, kondisi rumah korban juga sepi lantaran sang ibu sedang bekerja. Ibu korban kembali mengetahui aksi yang dilakukan AM. Lagi-lagi ibu Mawar tak marah malah meminta pacarnya untuk membelikan Iphone 12 Pro Max sebagai upaya tutup mulut.

“Peristiwa ini terbongkar setelah korban lari dari rumah kontrakan Ibunya ke rumah ayahnya berinisial MZ. Kemudian Mawar menceritakan hal tersebut kepada ayahnya,” kata Luqman menambahkan.

Tak terima dengan perlakuan AM, ayah kandung korban kemudian melaporkan tindakan pemerkosaan itu ke Polrestabes Medan dengan nomor STTLP/2168/X/2021/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut.

“Harapan kami agar laporan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan,” tutup Luqman. (cmm)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *