Anak Divonis 12 Tahun Penjara, Ibu Histeris Di Persidangan

Anak Divonis 12 Tahun Penjara, Ibu Histeris Di Persidangan

  • Bagikan
Terdakwa saat mengikuti sidang virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan
Terdakwa saat mengikuti sidang virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Terdakwa Muhammad Arif Nasution divonis hakim dengan pidana 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan diketuai Ahmad Sumardi, Kamis (10/6) sore. Namun vonis tersebut ternyata membuat sontak ibu kandungnya terkejut, Nurlena Lubis yang hadir di ruang sidang.

Awalnya, saat mengikuti sidang pembacaan putusan, ibu terdakwa begitu serius mendengarkan nota putusan yang dibacakan oleh majelis hakim. Dalam nota putusannya, Hakim ketua berpendapat bahwa terdakwa terbukti bersalah memiliki narkotika jenis sabu seberat 2 kg.

Namun, usai majelis hakim membacakan putusan itu, ibu terdakwa langsung menjerit histeris di ruangan persidangan, membuat para pengunjung yang hadir terkejut.

“Saya tidak terima anak saya dihukum 12 tahun, jangankan 12 tahun, 2 tahun saja saya tidak terima. Mending anak saya dihukum mati saja, ditembak mati saja anak saya, saya tidak terima,” teriak Nurlena sambil menangis.

Manurut Nurlena, anak yang dibesarkannya selama 22 tahun itu tidak bersalah karena tidak mengetahui kalau ada sabu di kendaraan yang dibawa oleh anaknya.

Dalam sidang itu, hakim berpendapat terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Hakim juga membebankan terdakwa membayar denda Rp1 miliar dengan subsider 3 bulan penjara.

Sementara, terdakwa yang mengikuti sidang dari layar monitor juga meminta agar dia dihukum mati saja daripada dihukum 12 tahun penjara. Ia menyebut dirinya dijebak dalam kasus itu.

Putusan hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat yang sebelumnya meminta agar terdakwa dijatuhi hukumanan 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan subsider 6 bulan penjara. (m32)

 

  • Bagikan