Waspada
Waspada » Al Ustad Ilyas Halim: Segerakan Membayar Zakat Fitrah
Medan

Al Ustad Ilyas Halim: Segerakan Membayar Zakat Fitrah

Al Ustad Ilyas Halim MPd saat memberi tausiyah didampingiKetua BKM Masjid Ar Raudah, H Syahrial dan Bendahara H Mujiono. Waspada/Anum Saskia
Al Ustad Ilyas Halim MPd saat memberi tausiyah didampingiKetua BKM Masjid Ar Raudah, H Syahrial dan Bendahara H Mujiono. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Umat Islam dianjurkan segera melaksanakan zakat fitrah pada malam-malam akhir Ramadhan, terutama yang membayarkan zakat fitrah kepada Badan Amil Zakat, sehingga zakat itu bisa dibagikan kepada yang berhak menerimanya, setidaknya sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Demikian disampaikan Al Ustad Ilyas Halim, MPd saat bertausiyah usai shalat zuhur sekaligus penyantunan kaum dhuafa oleh BKM Ar Raudah Dinas Pendidikan Kota Medan, Kamis (6/5).

Hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan, SPd, MM diwakili, Plh Sekretaris Dinas Pendidikan, Aditya Wulandari, Ketua BKM Masjid Ar Raudah, H Syahrial dan Bendahara H Mujiono serta perwakilan Kepala Sekolah, Pengawas dan ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Medan.

Ilyas Halim menyebutkan, dengan mempercepat pembayaran zakat fitrah, setidaknya sudah mengutamakan perintah agama.

Sesuai Hadist Rasulullah SAW dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan perkataan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin.

“Barang siapa yang menunaikannya sebelum shalat (Idul Fitri), berarti ini merupakan zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat (idul fitri) berarti hal itu merupakan sedekah biasa”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Daru Quthni).

“Bayar zakat fitrah pada malam-malam 10 terakhir bulan Ramadhan, sebab kita tidak tahu apakah usia kita sampai terbit fajar Idul Fitri atau tidak. Bersegera itu lebih baik, apalagi sudah menerima Tunjangan Hari Raya (THR),” sebutnya.

Raih Kemenangan

Hal lain disampaikannya tentang upaya  umat Islam agar meraih kemenangan dan ampunan pada malam-malam terakhir Ramadhan.

“Orang yang menang dan mendapat ampunan, adalah mereka yang lebih memanfaatkan waktu untuk beramal. Ampunan dan kemenangan itu harus dicari bukan ditunggu. Seperti halnya malam lailatul qadar. Harus dicari, yakni dengan memperbanyak amal,” ujarnya.

Hal lain disampaikannya, mencari lailatul qadar juga diimbangi dengan menghadirkan sifat diri yang gemar memberi (bersedekah) sekalipun ia dalam kekurangan.

Sehingga memberi sesuai kemampuanya. Kemudian menumbuhkan sifat pemaaf dan tidak menjadi sosok yang pemarah.(m22)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2