Waspada
Waspada » Aksi Peduli ACT Sumut Di 3 Lokasi Banjir Bandang
Medan

Aksi Peduli ACT Sumut Di 3 Lokasi Banjir Bandang

AKSI Cepat Tanggap (ACT) Sumut bersama Mahasiswa Fak.Teknik Bangunan Universitas Negeri Medan membersihkan lumpur-lumpur sisa banjir bandang di kawasan Komplek Flamboyan Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (12/12). Aksi Peduli ACT Sumut dilakukan di 3 lokasi banjir bandang. Waspada/Ist
AKSI Cepat Tanggap (ACT) Sumut bersama Mahasiswa Fak.Teknik Bangunan Universitas Negeri Medan membersihkan lumpur-lumpur sisa banjir bandang di kawasan Komplek Flamboyan Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (12/12). Aksi Peduli ACT Sumut dilakukan di 3 lokasi banjir bandang. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Sudah sepekan lamanya peristiwa banjir bandang yang melanda Kota Medan berlalu, namun sampai kini sisa-sisa dari dahsyatnya hempasan air itu masih dapat dilihat saat ini. Musibah ini disikapi aksi pedulu ACT Sumut di 3 lokasi banjir bandang.

Aksi peduli ACT Sumut di 3 lokasi banjir bandang ini dilakukan bersama mahasiswa Fak Teknik Bangunan Universitas Negeri Medan serta tim relawan lainnya.

Sabtu (12/12)  di lokasi kompleks Flamboyan misalnya.  Di lokasi ini dampak banjir bandang begitu tampak, endapan lumpur yang setinggi mata kaki hampir setinggi betis masih menyisa.
Masih ada yang berupa genangan lumpur dalam yang mirip kubangan, dan ada juga lumpur yang mulai mengeras.
Tentu saja, hal ini cukup merepotkan dan menyulitkan para penghuninya kembali ke rumah masing-masing.
 
Untung saja, saat ini para penghuni masih mengungsi di kantong-kantong pengungsian yang telah disiapkan oleh pihak kelurahan dan kecamatan.
Bahkan ada yang diinapkan di asrama Arhanud setempat.
Ratusan rumah mengalami kerusakan di sini, jalan yang dulunya merupakan susunan pavling blok kini telah berubah kubangan dan endapan lumpur.
Karena itulah, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Utara bersama Mahasiswa Fak.Teknik Bangunan Universitas Negeri Medan, mencoba untuk meringankan sedikit beban para penghuni komplek yang berada di kawasan Kecamatan Medan Selayang ini.
Sejak pagi para relawan, sudah mulai bergabung di Posko Penanggulangan Banjir yang beada di dalam komplek.
 
Bergabung dengan beberapa relawan dari komunitas lainnya dan juga TNI, relawan ACT Sumut pun dengan perlengkapan yang ada para relawan pun mulai menyisir satu per satu lokasi. Tampak warga cukup menyambut baik dengan aksi relawan ini.
Seperti yang diungkapkan oleh Turisman Hulu, bahwa dengan adanya aktifitas relawan untuk membersihkan bekas banjir bandang ini, cukup membantu para penghuni komplek perumahan tersebut.
“Ada rasa bangga serta haru, ternyata masih banyak saudara kami di Medan ini yang peduli dengan kami,” ujar Turisman Hulu.
Untuk makan saja, tambah Turisman, warga sampai saat ini berlimpah stok kesediaan makanan, karena banyak mendapat bantuan, dan banyak donatu4 yang memiliki empati kepada korban banjir.
 
Turisman berharap kepada para relawan dapat segera membantu membersihkan endapan lumpur dan menimbun beberapa kubangan, agar warga bisa kembali mendiami rumahnya seperti semula.
Selain tim yang ditugaskan untuk membersihkan endapan lumpur di kompleks Flamboyan, ACT Sumut juga mengerahkan relawannya ke lokasi yang terdampak banjir bandang seminggu yang lalu.
Lokasi yang dipilih adalah di sekitaran Jl Multatuli, tepatnya di Kelurahan Hamdan.

Dengan memilih lokasi di pekarangan masjid Al Husna Dian Al Mahri ini, relawan ACT dibantu oleh OSIS dari Sekolah Edu Global melaksanakan Pelayanan Kesehatan (Pelkes) kepada para penyitas banjir.

Dimulai sejak pagi hingga menjelang zuhur kegiatan Pelayanan Kesehatan ini pun usai. 
 
Usai melaksanakan Pelkes, kemudian para relawan ACT dan Edu Global melakukan trauma healing kepada anak-anak penyitas banjir bandang sungai Deli.
Trauma healing ini berupa dongeng untuk anaka-anak penyitas, tampak keceriaan di mata anak-anak tersebut, dengan bahasa kocak dan membuat anak-anak tertawa, sang pendongeng mampu ‘menyihir’ rasa duga dan trauma anak-anak menjadi wajah yang ceria. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2