Waspada
Waspada » Akses Jalan Umum Diserobot, Pembangunan Madrasah Tahfizd Qur’an Terkendala
Medan

Akses Jalan Umum Diserobot, Pembangunan Madrasah Tahfizd Qur’an Terkendala

MUHAMMAD Nuh saat memperlihatkan SHM miliknya yang mencantumkan adanya lahan fasilitas umum di Jl. Karya Wisata/Eka Surya Dalam Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor, Minggu (21/2) di Masjid Nurul Hidayah Komplek MMTC Medan Estate. Akses jalan umum diserobot, pembangunan mMadrasah Tahfizd Qur'an terkendala. Waspada/Andi Aria Tirtayasa
MUHAMMAD Nuh saat memperlihatkan SHM miliknya yang mencantumkan adanya lahan fasilitas umum di Jl. Karya Wisata/Eka Surya Dalam Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor, Minggu (21/2) di Masjid Nurul Hidayah Komplek MMTC Medan Estate. Akses jalan umum diserobot, pembangunan mMadrasah Tahfizd Qur'an terkendala. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Diduga jalan umum diserobot oleh oknum pengusaha, rencana pembangunan Madrasah Tahfizd Qur’an Umar Bin Khatab RA di Jl.

Karya Wisata/Eka Surya Dalam Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor, terkendala dan terlantar.

Tak hanya itu, pengelola madrasah juga dilempar batu dan dianiaya secara brutal oleh sejumlah preman dari salah satu OKP saat hendak masuk ke lokasi pembangunan.

Muhammad Nuh ,48, warga Medan Johor telah melaporkan peristiwa dugaan penyerobotan fasilitas umum dan aksi premanisme dan penganiayaan tersebut ke Polrestabes Medan, Sabtu (20/2).

Menurut Muhamad Nuh, sejak beberapa hari yang lalu, dirinya mulai mendirikan bangunan Madrasah Tahfizd Qur’an di lahan miliknya di Jl. Karya Wisata/Eka Surya Dalam dan memasukkan pasir dan batu-bata.

Di saat pembangunan madrasah akan dimulai, tiba-tiba sekelompok preman yang diduga suruhan dari pengusaha telah memasang plang ‘Dilarang Masuk’ di areal lahan jalan yang selama ini merupakan akses keluar masuk bagi para pemilik lahan kavlingan di kawasan tersebut.

“Padahal, sejak awal membeli tanah di kawasan tersebut, ada jalan umum/fasilitas umum yang merupakan akses keluar masuk bagi pemilik lahan. Bahkan, fasilitas jalan umum tercantum dalam surat tanah yang dikeluarkan Camat Medan Johor dan BPN Medan dan BPN Sumut,” ujar Nuh kepada Waspada, Minggu (21/2) di Masjid Nurul Hidayah Komplek MMTC Medan Estate.

Terbengkalai

Akibat pemasangan plang Dilarang Masuk tersebut, tambah Nuh, pembangunan Madrasah Tahfizd Qur’an tersebut jadi terbengkalai karena para buruh bangunan dan tukang tidak bisa bekerja bahkan bahan bangunan seperti pasir dan batubata teronggok di atas lahan.

“Selain di sertifikat hak milik (SHM) punya saya dan SK Camat Medan Johor tahun 1979 no. 593.83/057/MJ/1994 a/n Affan Lubis ada tertera jalan umum akses berukuran 64 m x 7. Tiba-tiba saja ada orang lain yang mengklaim jalan umum tersebut adalah miliknya,” sebut Nuh.

Karena adanya dugaan penyerobotan tanah tersebut, tambah Nuh, selain pembangunan madrasah jadi terlantar, rencana pembangunan fasilitas pendukung madrasah di atas lahan milik Affan Lubis juga sama-sama terancam gagal.

“Saya sudah melaporkan masalah ini ke Polrestabes Medan dan berharap agar pihak kepolisian segera mengusut masalah ini sesuai dengan prosedur hukum sekaligus menangkap oknum-oknum preman yang telah melakukan pelemparan batu hingga saya menderita luka-luka,” harap Nuh.(m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2