Waspada
Waspada » AGPAII Sumut Desak Kemendikbud Buka Formasi PPPK
Medan

AGPAII Sumut Desak Kemendikbud Buka Formasi PPPK

Ketua AGPAII Sumut, Ali Nurdin, MA.Waspada/ist
Ketua AGPAII Sumut, Ali Nurdin, MA.Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Asosiasi Guru Agama Islam Indonesia (AGPAII) Sumatera Utara, mengaku kecewa terhadap pemerintah dalam hal ini Kemendikbud, yang belum membuka formasi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), untuk guru agama, sedangkan guru lainnya sudah ikut penjaringan PPPK ini.

“AGPAII Sumut sangat kecewa tidak masuknya guru agama dalam kuota PPPK padahal guru agama sangat kurang. Ini bisa jadi tanggapan  buruk terhadap pemerintah yang tidak peduli terhadap pendidikan agama dan juga guru guru agama,” kata Ketua AGPAII Sumut, Ali Nurdin, MA (foto), Minggu(7/3).
Kata Ali Nurdin,seharusnya Kementrian Agama mengambil sikap dengan mendesak dan melakukan koordinasi dengan Kemendikbud, Kemenpan Reformasi Birokrasi dan BKN.
“Kita heran, kenapa masalah pakaian seragam sekolah saja begitu cepat tanggap dan langsung menghasilkan SKB 3 Menteri, sementara masalah yang sangat urgen dan emergency yaitu ketiadaan guru agama dalam rekrut PPPK tidak menjadi masalah yabg serius buat pemerintah. Mau dibawa kemana anak didik dan generasi bangsa ini ketika guru yang memberikan pendidikan agama tidak menjadi hal yang penting bagi pengambil keputusan,” kata Ali Nurdin.

Tidak Ada Kejelasan

Ali Nurdin melanjutkan, bahwa AGPAII sudah melakukan berbagai upaya bahkan pertemuan  dengan DPR RI Komisi 8 dan 10, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan, bahkan pemerintah seolah olah tutup mata dalam persoalan ketiadaan guru agama ini.
“Dan sangat tidak adil perlakuan yang diterima guru agama tidak masuk kuota PPPK,” ujarnya.
Dengan sikap pemerintah ini tambah Ali Nurdin, nasib guru agama seolah ditelantarkan dan dianaktirikan, sementara kementerian agama yang secara langsung membidangi pendidikan agama kurang peduli dan seakan akan tutup mata dengan nasib guru agama di formasi PPPK ini.
“AGPAII tetap mendesak Kemenag agar secepat mungkin menyelesaikan masalah ini, sebab ratusan ribu guru agama honor di seluruh Indonesia menunggu dan mengharapkan ada payung hukum dan regulasi untuk ini. Waktu yang singkat ini (Maret) jika tidak berhasil maka pupuslah harapan guru agama,” ungkapnya.
Hal lain disampaikan Ali Nurdin, AGPAII,pihaknya senada dengan pusat yang menyebutkan, keinginan guru-guru pendidikan agama Islam (PAI) dan agama lain supaya masuk formasi rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tidak ada kejelasan.
Mereka berencana mogok mengajar karena merasa tidak diperlakukan dengan adil.
Ancaman tersebut diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Mahnan Marbawi.
’’Kami tunggu sampai akhir Maret. Kalau tidak ada kejelasan, mogok nasional terjadi,’’ katanya.(m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2