50 Unit Rumah Kos Jl. Pelajar Timur Medan Denai Diduga Tidak Kantongi Izin

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): 50 unit rumah kos di Jl. Pelajar Timur, Gang Sederhana, Lingkungan 18, Kel. Binjai, Kec. Medan Denai, diduga tidak mengantongi surat izin usaha maupun surat IMB.

Selain itu, menurut pengakuan warga, kos-kosan Puri OP Berkat II yang dikelola Martin Sibagariang itu diduga penghuninya pernah terlibat protitusi. Lalu wanita malam yang kos kerap lalu lalang dan menerima tamu dari luar tanpa batas waktu,’’ sebut salah seorang warga.

Sapta Manalu yang juga sebagai Wakil Ketua Pos Kamling Lingkungan 18, Kel. Binjai, Kec. Medan Denai didampingi sekretaris Sunarno, bendahara Hidayat, seksi keamanan Jumali dan Uli, seksi sosial dan kepemudaan Amrin dan Daniel serta mewakili penasehat R Sinaga dan Jovan Ritonga juga membenarkan.

Mereka mengatakan usaha kos-kosan tersebut diduga illegal karena tidak mengantongi izin usaha dan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).

“Kami ingin lingkungan kami nyaman, aman, bebas dari praktik-praktik illegal dan terlarang,” ucap Sapta kepada Waspada, Senin (22/11) sore.

Untuk itu, kami warga Gang Kasih dan Lorong Kenari yang bertetangga dengan kos-kosan tersebut meminta kepada Pemko Medan untuk turun tangan menyelesaikan masalah tersebut karena kami warga sudah resah atas keberadaan kosan tersebut.

Mengenai iuran jaga malam sebesar Rp30ribu per bulan itu atas dasar kesepakatan warga yang disamakan dengan warga lainnya.

Warga mengatakan, setiap kali diundang untuk musyawarah, pengelolaan kos dan rumah kontrakan kehadirannya hanya diwakilkan.

Lurah Binjai, Dartaswin membenarkan 50 unit rumah kos tersebut belum mengantongi izin. ‘’Izinnya belum ada dan ketika kami minta agar pemilik menunjukkan surat izin, pemilik bilang sedang diurus,’’ kata Dartaswin kepada Waspada.

Dartaswin juga terus melakukan pemantauan dan perkembangan perseteruan antara warga dan pemilik kos dan rumah kontrakan tersebut. “Permasalahan ini biasa, namun ini kita jaga jangan sampai merusak ketertiban dan kenyamanan warga lainnya,” cetusnya.

Sementara, Martin Sibagariang pengelola rumah kontrakan dan kos-kosan dikonfirmasi Waspada melalui saluran telpon mengaku kos-kosannya memang belum mengantongi izin usaha maupun surat IMB.

‘’Jika ada yang mau bantu uruskan izin dan IMB silahkan. Waspada kalau mau uruskan dipersilahkan,” tuturnya.

Martin keberatan dan menyesalkan sejumlah oknum

50 Unit Rumah Kos Jl. Pelajar Timur
Medan Denai Diduga Tidak Kantongi Izin

MEDAN (Waspada): 50 unit rumah kos di Jl. Pelajar Timur, Gang Sederhana, Lingkungan 18, Kel. Binjai, Kec. Medan Denai, diduga tidak mengantongi surat izin usaha maupun surat IMB.

Selain itu, menurut pengakuan warga, kos-kosan Puri OP Berkat II yang dikelola Martin Sibagariang itu diduga penghuninya pernah terlibat protitusi. Lalu wanita malam yang kos kerap lalu lalang dan menerima tamu dari luar tanpa batas waktu,’’ sebut salah seorang warga.

Sapta Manalu yang juga sebagai Wakil Ketua Pos Kamling Lingkungan 18, Kel. Binjai, Kec. Medan Denai didampingi sekretaris Sunarno, bendahara Hidayat, seksi keamanan Jumali dan Uli, seksi sosial dan kepemudaan Amrin dan Daniel serta mewakili penasehat R Sinaga dan Jovan Ritonga juga membenarkan.

Mereka mengatakan usaha kos-kosan tersebut diduga illegal karena tidak mengantongi izin usaha dan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).

“Kami ingin lingkungan kami nyaman, aman, bebas dari praktik-praktik illegal dan terlarang,” ucap Sapta kepada Waspada, Senin (22/11) sore.

Untuk itu, kami warga Gang Kasih dan Lorong Kenari yang bertetangga dengan kos-kosan tersebut meminta kepada Pemko Medan untuk turun tangan menyelesaikan masalah tersebut karena kami warga sudah resah atas keberadaan kosan tersebut.

Mengenai iuran jaga malam sebesar Rp30ribu per bulan itu atas dasar kesepakatan warga yang disamakan dengan warga lainnya.

Warga mengatakan, setiap kali diundang untuk musyawarah, pengelolaan kos dan rumah kontrakan kehadirannya hanya diwakilkan.

Lurah Binjai, Dartaswin membenarkan 50 unit rumah kos tersebut belum mengantongi izin. ‘’Izinnya belum ada dan ketika kami minta agar pemilik menunjukkan surat izin, pemilik bilang sedang diurus,’’ kata Dartaswin kepada Waspada.

Dartaswin juga terus melakukan pemantauan dan perkembangan perseteruan antara warga dan pemilik kos dan rumah kontrakan tersebut. “Permasalahan ini biasa, namun ini kita jaga jangan sampai merusak ketertiban dan kenyamanan warga lainnya,” cetusnya.

Sementara, Martin Sibagariang pengelola rumah kontrakan dan kos-kosan dikonfirmasi Waspada melalui saluran telpon mengaku kos-kosannya memang belum mengantongi izin usaha maupun surat IMB.

‘’Jika ada yang mau bantu uruskan izin dan IMB silahkan. Waspada kalau mau uruskan dipersilahkan,” tuturnya.

Martin keberatan dan menyesalkan sejumlah oknum yang mengatasnamakan warga menutup akses jalan ke kos-kosan dan rumah kontrakkannya serta iuran jaga malam Rp30ribu.(m29)

Waspada/Ist
50 unit rumah kos-kosan di Jl. Pelajar Timur Gang Sederhana, Lingkungan 18, Kel. Binjai, Kec. Medan Denai, diduga tidak mengantongi surat izin maupun IMB (kiri) dan portal serta spanduk dipasang warga di Gang Kasih sebelah Gang Sederhana tersebut.

mengatasnamakan warga menutup akses jalan ke kos-kosan dan rumah kontrakkannya serta iuran jaga malam Rp30ribu.(m29)

Waspada/Ist
50 unit rumah kos-kosan di Jl. Pelajar Timur Gang Sederhana, Lingkungan 18, Kel. Binjai, Kec. Medan Denai, diduga tidak mengantongi surat izin maupun IMB (kiri) dan portal serta spanduk dipasang warga di Gang Kasih sebelah Gang Sederhana tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *