Waspada
Waspada » 5 Program Bobby Nasution Dipastikan Berpeluang Gagal
Medan

5 Program Bobby Nasution Dipastikan Berpeluang Gagal

PENGAMAT Lingkungan Jaya Arjuna. Dia menilai ada 5 program Walikota Medan, Bobby Afif Nasution dipastikan berpeluang gagal dimasa ia memimpin Kota Medan. Waspada/Ist
PENGAMAT Lingkungan Jaya Arjuna. Dia menilai ada 5 program Walikota Medan, Bobby Afif Nasution dipastikan berpeluang gagal dimasa ia memimpin Kota Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pengamat Lingkungan Jaya Arjuna (foto) menilai bahwa ada 5 program Walikota Medan, Bobby Afif Nasution dipastikan berpeluang gagal dimasa ia memimpin kota Medan.

5 program itu yakni komunikasi, penanganan banjir, penanganan sampah, Geliat kesenian/kebudayaan dan mewujudkan Ruang Terbuka Hijau ( RTH).

Dikatakan Arjuna berpeluang gagal sudah terlihat diawal Bobby memimpin Kota Medan.

“Program dia gagal, dari komunikasi saja sudah gagal, karena sudah terbukti, sudah salah tidak mau minta maaf, ini akan berbahaya bagi Walikota Medan, Bobby Nasution. Kalau nanti semuanya media hanya mencari keburukannya kan bahaya dia,” kata Arjuna pada Rabu (21/4).

Kemudian dari segi banjir, tegasnya, program yang diajukan oleh Badan Wilayah Sungai (BWS) kepada Walikota Medan itu juga dinilainya program yang salah.

“Yang diajukan BWS itu hanya daerah barat kota Medan atau sebelah barat sungai Deli, sementara banjir itukan sekota Medan,” Katanya.

Ia bahkan menyebutkan program yang diajukan oleh BWS itu juga merupakan program gagal yang pernah diajukan juga kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Jadi ia katakan dalam hal ini Bobby Nasution tidak mengerti persoalan banjir di Medan dan dia didekati BWS yang hanya memikirkan projek semata.

Kemudian dijelaskannya, program yang berpeluang besar akan gagal yakni program penanganan sampah, katanya Medan sudah dinyatakan tidak dinilai Adipura karena tidak punya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sistem sanitary landfill, padahal sebutnya harusnya sejak 2018 sudah Ada.

“Sekarang Organisasi Perangkat Daerh (OPD) nya menyatakan akan membangun TPA 3 sampai 4 hektar. Mereka menyatakan TPA terjun sudah penuh. Ini bukan program penyelesaian,” ujarnya bernada geram.

Jaya Arjuna bahkan memberi masukan bahwa Medan itu harus punya TPA sanitary landfill atau dirubah semua ke sistem listrik atau menjadikan sampah menjadi energi.

Persoalan RTH

Demikian juga persoalan RTH tak kunjung mencapai target. Dimana RTH Medan itu sebutnya tidak sampai 1 persen.

Dikatakannya berpeluang gagal karena diamatinya, sampai sekarang belum ada program yang diajukan bagaiamana untuk memenuhi menghijaukan kota Medan ini.

“Mau diapakan mereka ini. Mau mencapai 30 persen itu bukan tanggung. Makanya 5 program yang saya sebutkan itu gagal. Kita sudah memberikan masukan tapi tidak merespon. Kayak banjirla diakan hanya lihat lihat saja, gak ngerti apa persoalan banjir Medan itu. Jadi karena tidak tau disorongkan program gak bener ya mau saja,” tandas Arjuna. (cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2