37 Pasien Dirawat Di Isoter Asrama Haji

37 Pasien Dirawat Di Isoter Asrama Haji

  • Bagikan
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada giat peresmian Isoter Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan, baru-baru ini. Waspada/ist
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada giat peresmian Isoter Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan, baru-baru ini. Waspada/ist

MEDAN (Waspada)- Sebanyak 37 pasien terpapar Covid-19 sedang mendapat perawatan di lokasi isolasi terpusat (isoter) Asrama Haji, Jalan AH Nasution Medan.

Seperti diketahui, isoter Asrama Haji tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada Selasa, tanggal 10 Agustus 2021.

“Respon adanya isoter ini bagus, informasi yang saya peroleh sudah ada 37 pasien,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah MM, Jumat (13/8).

Pasien-pasien tersebut berasal dari orang tanpa gejala (OTG), hasil operasi yustisi dan pergeseran atau rujukan dari rumah sakit dalam kondisi penyembuhan ataupun menunggu hasil swab PCR.

“Puluhan pasien itu berasal dari masyarakat Sumut, bukan masyarakat yang baru tiba dari luar negeri,” ujarnya.

Ia mengatakan isoter Asrama Haji itu dihadirkan karena kasus Covid-19 di Sumut khususnya Kota Medan masih ada ditemukan. Sehingga dihadirkan isoter ini sebagai salah satu upaya menurunkan angka BOR di Medan.

“Ada beberapa mekanisme orang bisa masuk kesini. Pertama yang digeser ke isoter Asrama Haji adalah pasien rujukan dari rumah sakit yang dengan status ringan dan recovery (penyembuhan). Jadi sambil menunggu hasil PCR, pasien menunggunya di sini, tidak lagi menunggu di rumah sakit,” ungkapnya.

Kemudian kedua adalah untuk WNI atau orang yang datang dari luar negeri yang terkonfirmasi positif setelah di PCR.

“Jadi WNI kita ini datang dari Bandara Kualanamu dikirim ke tempat penginapan. Mereka di tempat penginapan akan kita lakukan pemeriksaan atau screening dan PCR, bagi yang positif akan dibawa ke sini,” jelasnya.

Selanjutnya, bagi masyarakat yang tertangkap operasi yustisi jika positif juga akan diisolasi di sini.

“Pada saat dilakukan operasi yustisi diperiksa dan screening rapid antigen, kemudian hasilnya positif langsung kita bawa ke sini,” tegasnya.

Sementara itu, sebutnya jika ada warga yang positif tapi mau isoman di rumah, ia mengatakan hal itu harus koordinasi dengan Puskesmas tempat ia tinggal.

Puskesmas yang memastikan nantinya dimana orang tersebut harus dikirim kemana. (cbud)

  • Bagikan