Waspada
Waspada » 280 ODGJ Di RSJ Prof Dr M ildrem Medan Akan Divaksin
Medan

280 ODGJ Di RSJ Prof Dr M ildrem Medan Akan Divaksin

VAKSIN COVID-19. Penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut mengirim berkas perkara kasus jual beli vaksin secara ilegal yang terjadi beberapa waktu lalu, ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut. Ilustrasi
VAKSIN COVID-19. Penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut mengirim berkas perkara kasus jual beli vaksin secara ilegal yang terjadi beberapa waktu lalu, ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Sebanyak 280 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr M Ildrem Medan Jalan. Tali Air No.21, Mangga, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan akan segera mendapatkan vaksin Covid-19.

Hanya saja vaksin baru dapat dilaksanakan jika mendapat persetujuan dari pihak keluarga pasien.

“Semua pasien akan di vaksin. Hanya, kita buat bertahap. Kita buat surat panggilan dulu ke keluarga pasien,” ucap Kepala Seksi IGD dan rawat jalan, dr Indah pada Minggu (20/6)

Dikatakannya, saat ini Jumlah pasien ODGJ sebanyak 280 orang.

Pihaknya menegaskan tidak bisa sekaligus memvaksinasi, sebab pihaknya tetap membuat surat panggilan ke keluarga pasien.

“Harus ada persetujuan dulu dari keluarga, kami menunggu, rencana kami lakukan pada 29 Juni mendatang, jadi berapapun jumlah pasien yang telah mendapat persetujuan keluarga tetap kita laksanakan,” paparnya.

Terpapar Covid-19

Dikatakannya, pentingnya vaksinasi terhadap ODGJ sama pentingnya dengan manusia normal pada umumnya. Sama-sama dapat terpapar Covid-19.

Apalagi pasien ODGJ meski selalu di dalam ruangan rawat, tetapi tetap saja ada kontak dengan para perawat atau dokter yang pada umumnya juga ada kontak dengan orang luar rumah sakit jiwa.

“Kamikan pulang-pulang ke rumah juga, kami kan tidak terus di rumah sakit, jadi kemungkinan kami bisa saja menularkan kepada mereka. Kami juga semua divaksin jadi pasien juga harus divaksin agar sama sama memiliki antibodi setelah divaksin,” ungkap Indah.

Begitu juga katanya sebagian pasien juga ada masa rawatannya rawat jalan, sehingga harus pulang. Bisa saja saat mereka pulang dan kembali lagi ke RSJ karena kambuh lagi ternyata membawa virus ke RSj.

“Kita harapkan setelah divaksin nantinya semua pasien punya kekebalan tubuh agar terhindar dari Covid-19. Hal ini penting, karena ODGJ kebanyakan tidak dapat mengungkapkan jika dia mengalami sakit, sehingga susah mendeteksi kesehatannya,” katanya.

“Berbeda dengan orang normal, jika sakit pada tubuhnya bisa dijelaskan dengan detail bagian tubuh mana yang sakit,” tandasnya (cbud)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2