Matador Mesti Meningkat

STOCKHOLM (Waspada): Spanyol memastikan lolos ke putaran final Euro 2020, Selasa (Rabu WIB), seusai bermain seri 1-1 dengan tuan rumah Swedia pada matchday 8 babak kualifikasi Grup F.

Matador Mesti Meningkat
Marca

Gol larut striker Rodrigo Moreno (foto tengah) menit 90+2, membatalkan kemenangan Swedia di Friends Arena, Stockholm. Tim tuan rumah unggul lebih dulu lewat gol Marcus Berg menit 50.

Meski lolos cepat, tetapi El Matador gagal menuai hasil sempurna dari delapan laga yang telah ditarunginya di Grup F, seperti halnya Belgia (Grup I) dan Italia (Grup J). 

“Kami mesti meningkatkan diri, itu sangat jelas. Jika kami tidak mulai memenangkan lebih banyak laga, maka kemampuan kami akan dipertanyakan,” ucap Rodrigo melalui Football Espana, Rabu (16/10).

 “Kritik seperti itu akan masuk akal dan kami harus bekerja lebih keras saat kami bersiap untuk musim panas mendatang,” tambah bomber Valencia berumur 28 tahun tersebut.

Spanyol mendominasi 20 menit pertama dan sepertinya akan dengan mudah mengatasi lawannya. Namun kiper Swedia Robin Olsen tampil cemerlang mementahkan beberapa upaya gol Matador.

 “Kami mesti lebih tajam, kami harus bisa bermain lebih langsung. Tetapi kami senang, kendati kami lolosnya lebih lama,” beber Rodrigo. 

Berg membawa Swedia mengancam pada awal babak kedua setelah sundulan pertamanya berhasil dihalau lawan. Demikian pula dengan tembakan Emil Forsberg.

Tuan rumah unggul lebih dulu berkat gol Berg dari jarak dekat pada upaya keduanya meneror gawang Matador. Duka tim asuhan Robert Moreno bertambah menit 60 dengan cederanya kiper utama David De Gea.

“Kami sebenarnya bisa saja menang di Norwegia dan mengamankan tiket lolos saat itu. Sedangkan malam ini sangat sulit dan kami harus bekerja keras untuk menemukan hasilnya,” tutur Moreno.

“Saya senang dengan cara kami bermain dan puas untuk mengonfirmasi tempat kami di Piala Eropa 2020. Akan ada kerja keras di depan, tetapi kami bergerak ke arah yang benar,” katanya lagi.

Meskipun mendominasi penguasaan bola, Spanyol harus menantikan sampai beberapa detik laga akan berakhir guna menciptakan gol penyama kedudukan.

Rodrigo menemukan cara melewati hadangan kiper Olsen dengan melepaskan tendangan berbuah gol yang membawa timnya ke putaran final tahun depan.

“Ini sepakbola terbaik dan terburuk pada saat bersamaan. Setelah awal di mana kami tidak mengejar mereka, kami sempat membuat kinerja yang hebat,” jelas pealtih  Swedia Janne Andersson.
    “Tentu hasil yang buruk dengan berakhir seperti ini. Tapi saya tidak menyalahkan siapa pun, kami melakukan pekerjaan fantastis,” klaim Andersson. (m15/fe/rtr)