Masjid Amal Sulaturrahim Diserang Dan Dirusak Preman Bayaran

APMAS Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyerangan Dan Pengrusakan 

Masjid Amal Sulaturrahim Diserang Dan Dirusak Preman Bayaran
Sejumlah jamaah membersihkan ruangan dalam Masjid Amal Silaturrahim pasca penyerangan dan pengrusakan yang dilakukan sekelompok preman bayaran, Rabu (23/10).Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Pengurus Aliansi Penyelamat Masjid Amal Silaturrahim (APMAS) mendesak aparat kepolisian segera menangkap sejumlah preman bayaran yang menyerang dan merusak inventaris Masjid Amal Silaturrahim Jl. Timah Putih Rumah Susun Kelurahan Sukaramai II Kecamatan Medan Area, Rabu (23/10) dinihari.

APMAS juga akan melakukan aksi demo besar-besaran ke kantor Perum Perumnas yang diduga sebagai pihak yang berada di belakang aksi penyerangan dan pengrusakan terhadap Masjid Amal Silaturrahim.

Kepada Waspada di Masjid Amal Silaturrahim, Rabu (23/10), Ketua Umum APMAS Affan Lubis menyebutkan, tindakan penyerangan yang dilakukan oleh  preman bayaran tersebut merupakan tindakan biadab. Pasalnya, selain mencuri kotak-kotak infak, mereka juga merusak inventaris masjid seperti alat pendingin ruangan dan kipas angin, mimbar masjid, loudspeaker, kaligrafi, jam digital, ambal, kompor gas dan rekaman kamera CCTV. 

"Saat menyerang dan merusak, mereka masuk ke dalam masjid memakai sepatu dan menjarah barang-barang inventaris. 40 kitab suci Al Quran raib," sebut Affan Lubis yang saat itu didampingi sejumlah pengurus Ormas Islam seperti Ketua FUI Sumut Ustadz Indra Suheri, pengurus BKM Masjid Agung Medan Ustadz Azwir Ibnu Aziz, Ketua BKM Amal Silaturrahim Indra Syafii, tim kuasa hukum Ade Lesmana SH, Rahmad Gustin, Ustadz Abu Fajar dan sejumlah aktivis Ormas Islam lainnya.

Aksi penyerangan dan pengrusakan tersebut sudah dilaporkan oleh pengurus BKM Masjid Amal Silaturrahim Indra Syafii, SE, MM, 53, ke Polsek Medan Area sesuai dengan nomor surat tanda bukti laporan pengaduan (STTLP) :916/K/X/2019/SPKT Medan Area tertanggal 23 Oktober 2019.

Kepada petugas SPK Polsek Medan Area, Indra Syafii melaporkan, aksi penyerangan terjadi Rabu dinihari. Sekira 100 orang preman bayaran yang dikordinir Suh alias Boncel berpakaian baju putih, celana hitam dan berlobe putih.

"Saat melakukan penyerangan, mereka mematikan lampu dan menyuruh 10 orang yang sedang berjaga di dalam masjid agar keluar. Dengan leluasanya mereka menjarah barang-barang inventaris hingga kerugian mencapai Rp103 juta," ujar Indra Syafii didampingi Ade Lesmana, SH.

Dijelaskan Indra, aksi para pelaku terhenti karena ratusan penjaga masjid berdatangan sehingga para preman bayaran tersebut melarikan diri dan meninggalkan plang besi milik Perum Perumnas bertuliskan Dilarang Masuk Pasal 551 KUHP. Plang tersebut gagal dipasang karena massa penjaga dan pengawal masjid keburu datang menghalau kelompok preman bayaran tersebut.

"Seandainya upaya para preman bayaran berhasil menguasai masjid maka mereka akan memasang plang milik Perum Perumnas. Ini mengindikasikan bahwa Perum Perumnas ada di balik aksi penyerangan ini, apalagi barang-barang jarahan disimpan di kantor Perum Perumnas," timpal Ade Lesmana.

Dalam kesempatan itu, Ade Lesmana juga menyesali sikap petugas kepolisian yang hanya menonton aksi pengrusakan tersebut tanpa ada upaya untuk mencegah terjadinya aksi penyerangan tersebut.

"Polisi hanya mencegah terjadinya aksi bentrok antar massa penjaga masjid dengan kelompok penyerang. Saat massa penyerang datang, polisi tidak bertindak apa-apa dan terkesan membiarkan saja," sesal Ade Lesmana.

Oleh sebab itu, tambah Ade Lesmana, aparat kepolisian harus segera menangkap para pelaku penyerangan yang terekam kamera CCTV agar tidak terjadi konflik berkepanjangan.

"Para pelaku penyerangan terekam CCTV sehingga polisi mudah mengidentifikasinya. Bila pelaku sudah tertangkap maka akan diketahui siapa aktor intelektual di balik penyerangan dan pengrusakan ini," ujar Ade. Ade mengharapkan agar Pemprovsu, DPRD Sumut, Pemko Medan turut berperan dalam menyelesaikan masalah Masjid Amal Silaturrahim.

Pantauan Waspada, pasca penyerangan dan pengrusakan yang dilakukan oleh sekelompok preman bayaran tersebut, suasana di Masjid Amal Silaturrahim yang lama sudah kondusif. Sejumlah jamaah dan pengurus BKM telah memperbaiki dan membersihkan ruangan bagian dalam dan luar masjid sehingga pelaksanaan Shalat Zuhur tetap berjalan seperti biasa dan dipadati para jamaah. (h04)