Mahathir Sindir Negara yang tak Mau Dibantu Padamkan Karhutla

Mahathir Sindir Negara yang tak Mau Dibantu Padamkan Karhutla
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Sidang Majelis Umum PBB yang digelar di New York, Amerika Serikat, Rabu (25/9) waktu setempat. Channel News Asia

     NEW YORK, AS (Waspada): Dalam keterangannya di sela Sidang Majelis Umum PBB yang digelar di New York, Amerika Serikat, Rabu (25/9) waktu setempat, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengangkat isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Asia Tenggara.

     Menurut Mahathir, sistem internasional yang ada saat ini sudah terbentuk sedemikian rupa sehingga tidak bisa menangani kebakaran hutan dan lahan seperti terjadi di Indonesia, yang kabut asapnya mencapai sebagian negara Asia Tenggara. Dia pun menyamakan karhutla di Indonesia dengan yang terjadi di Brasil, yakni kebakaran hutan Amazon.

     "Seperti Anda ketahui, presiden Brasil yang baru menganggap pembakaran hutan ini untuk aktivitas pertanian yang lebih besar, dan belum ada yang bisa menghentikannya. Jadi saya pikir, sistem tidak memungkinkan kita untuk ikut campur urusan dalam negeri orang lain." tuturnya, seperti dilaporkan kantor berita Malaysia, Bernama, Kamis (26/9). "Anda dapat menyalahkan Indonesia, Anda dapat mengkritik, tetapi mereka akan terus membakar," sambungnya lagi.

     Saat ditanya apakah diperlukan tindakan lebih keras terhadap Indonesia, seperti menjatuhkan sanksi ekonomi dan mendesak komunitas internasional untuk memberikan tekanan, mengingat situasinya semakin gawat, Mahathir menjelaskan dampak kebakaran hutan ke depannya akan lebih parah, bahkan tak hanya Asia Tenggara saja yang diselimuti kabut asap, melainkan seluruh dunia.

     "Saya pikir PBB mungkin mengatakan iya, ini bukan masalah nasional, ini bukan urusan dalam negeri, ini adalah masalah internasional dan bahwa dunia harus menjalankan hak untuk mengambil tindakan. Jika kita memiliki kerangka berpikir itu, maka kita dapat melakukan sesuatu ketika seseorang menolak menerima bantuan untuk memadamkan api, misalnya," kata Mahathir.

     Dia menambahkan, saat ini PBB belum bisa melakukan apa-apa, namun Malaysia terus mencoba cara persuasi. Meski demikian, Mahathir yakin Indonesia sudah berbuat lebih banyak. Pasalnya, masyarakat Indonesia juga merasakan penderitaan akibat kabut asap. Dia yakin Indonesia akan lebih serius dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.

     Sebelumnya Mahathir menegaskan tawaran bantuan Malaysia kepada Indonesia untuk membantu memadamkan karhutla. Malaysia memiliki peralatan water bombing untuk memadamkan api di lahan luas.

     Saat ditanya wartawan soal alasan Indonesia tak menerima tawaran bantuan itu, Mahathir tak mengetahuinya. Dia juga menegaskan tak pernah mempertanyakan hal itu ke Presiden Joko Widodo. "Saya tak tahu mengapa," ujarnya.

     PM 94 tahun ini pun meminta wartawan untuk bertanya langsung ke Jokowi. "Bertanya (ke Jokowi) mengapa Anda tidak mau menerima bantuan kami? Saya tak pernah melakukan itu. Mengapa tidak Anda saja yang bertanya," ujarnya. (bernama/And)