Mahasiswa Dan Tenaga Honorer Datangi Dewan Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE (Waspada) : Karena diduga sarat pemerasan dan pungli pedagang, Senin (2/12), mahasiswa SMUR melakukan aksi damai ke Gedung DPRK Lhokseumawe dan diminta turun mengecek kondisi Pasar Inpres Jalan Listrik Kec. Banda Sakti.

Mahasiswa Dan Tenaga Honorer Datangi Dewan Lhokseumawe
(1) Dalam aksi damainya di gedung DPRK Lhoksemawe, Senin (2/12), Mahasiswa tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat ( SMUR ) Aceh meminta dewan mendesak Kadisperindagkop Ramli lakukan pendataan ulang Pasar Inpres. (2) Sebanyak 31 tenaga honorer Dinkes golongan K-3 berdelegasi ke Gedung DPRK Lhokseumawe meminta untuk diangkat sebagai PNS.Waspada/Zainuddin Abdullah
Mahasiswa Dan Tenaga Honorer Datangi Dewan Lhokseumawe

Para mahasiswa dengan penuh semangat melakukan aksi damai pada pukul 11.00 dan berorasi dengan suara lantang untuk meminta legislatif dan eksekutif turun mengecek kondisi pasar. 

Para mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat Aceh (SMUR) meneriakkan kondisi carut marut hingga pemerasan dan pungli pedagang Pasar Jalan Listrik. Mahasiswa menilai kondisi preman yang merajalela di pasar telah meresahkan pedagang.  

Hal ini juga terjadi lantaran Kadisperindagkop Lhokseumawe Ramli tidak becus atau tidak mampu menjalankan tugasnya untuk mendongkrak ekonomi pedagang. 

Ketua SMUR Aceh Riski Rahmatullah Sinabung mengatakan, aksi damai mahasiswa bertujuan untuk menagih janji Kadisperindagkop Lhokseumawe Ramli akan melakukan pendataan ulang kondisi pasar. 

Kenyataannya, Ramli belum juga melunasi janjinya dan masih membiarkan kondisi pasar dalam kondisi tidak terkendali. Padahal untuk pendataan pasar itu sudah sesuai dengan qanun retribusi pasar Kota Lhokseumawe. 

Selain itu, mahasiswa juga meminta DPRK mengawasi agar kasus indikasi penggelapan dana puluhan juta di di Pasar Inpres segera diusut tuntas. 

"Kami mendesak dewan mengontrol dan mengawasi hal itu, dengan terus turun ke lokasi untuk memantau," teriaknya. 

Pasca itu, aksi damai mahasiswa langsung direspon oleh Wakil Ketua DPRK T. Sofianus yang mendengar dan mencoba memenuhi segala tuntut. 

Akhirnya, setelah didesak, T. Sofianus pun memenuhi permintaan mahasiswa untuk turun ke pasar secara bersama. Sehingga pada pukul 14.00, mahasiswa pun membawa T. Sofianus menyambangi kondisi pedagang Pasar Inpres Jalan Listrik. 

Di sisi lain, pada kesempatan yang sama, sebanyak 31 tenaga honorer Dinkes Kota Lhokseumawe golongan K-3 juga berdelegasi ke Gedung DPRK Lhokseumawe. Kedatangan mereka disambut Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe T. Sofianus di ruang kerja dewan setempat. 

Para tenaga honorer ini kompak berunjuk rasa untuk meminta wakil rakyat memperjuangkan status mereka sebanyak 31 orang golongan K-3 diangkat menjadi PNS. 

T. Sofianus mengatakan pihaknya telah mendengar permintaan tenaga honorer K-3 ingin diangkat jadi PNS. Namun untuk mencari solusinya, maka T. Sofianus berjanji akan memanggil pihak Dinkes Lhokseumawe untuk dipertemukan dengan para tenaga honorer. 

"Kami akan panggil pihak Dinkes dan mempertemukan dengan tenaga honorer agar bisa duduk bersama mencari jalan keluarnya, " tegasnya. 

Sebagaimana diketahui, sebelumnya, pedagang dan SMUR menyurati Kapolda Aceh terkait kasus indikasi pemerasan dan pungli di Pasar Inpres yang dianggap selesai dan dihentikan penyelidikannya karena tidak cukup bukti. 

Mahasiswa yang merasa tidak mendapatkan keadilan, terus melakukan aksi damai berdelegasi ke Kantor Walikota Lhokseumawe dan Gedung DPRK Lhokseumawe. (b16)