Waspada
Waspada » Setelah Golfrid Cekcok Dengan Dana Tarigan
Lapsus

Setelah Golfrid Cekcok Dengan Dana Tarigan

DANA Tarigan. Dok. Waspada
DANA Tarigan. Dok. Waspada

“AKU dengar di telepon, dia (Golfrid) pernah marah-marah dengan temannya di Walhi. Bahkan pernah cekcok dengan Dana (Prima Tarigan), Direktur Eksekutif Walhi Sumut. Tapi aku tak tahu juga apa yang mereka ributkan,” cerita Resmi Barimbing, istri almarhum Golfrid Siregar.

Tidak lama setelah itu, tambah Resmi, Golfrid pun menyatakan mengundurkan diri dari Walhi Sumut. Dua bulan ia tak bekerja, hingga akhinya Golfrid meninggal dunia setelah kecelakaan pada 3 Oktober 2019.

KEPADA YTH
DIREKTUR EKSEKUTIF DAERAH
WALHI SUMATERA UTARA
di
Jalan Bunga Wijaya Kusuma XV No 10, Padang Bulan Selayang II,
Kota Medan, Sumatera Utara

Dengan Hormat,

salam adil dan Lestari
Semoga Kita senantiasa dalam keadaan Sehat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, bersamaan dengan Surat ini saya mengucapkan terimah kasih yang sebesar-besarnya kepada Wahana Lingungan Hidup Sumatera Utara atas segala kesempatan dan Waktu yang diberikan kepada saya untuk dapat bergabung dalam Funsionaris atau Staff Walhi Sumatera Utara, Walhi Sumatera utara telah banyak memberikan pengalaman berharga dalam kerja-kerja yang memberikan Pengalaman baik kepada saya dalam hal Lingkungan Hidup yang akan saya tanamkan didalam kehidupan saya dan tetap komit dalam menjaga Lingkungan Hidup. bersama dengan Surat ini saya mengajukan Permohonan Pengunduran diri dari fungsionaris Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Utara:

Nama : GOLFRID SIREGAR, SH

JABATAN : MANEGER HUKUM

saya mengunduran diri terhitung sejak tanggal 29 juli 2019. saya mengucapkan terimah kasih yang sebesar kepada semua Teman-Teman Walhi Sumatera Utara selam ini telah bekerja bersama baik secara Team maupun perorangan.

Demikianlah Surat Penggunduran diri ini saya Perbuat atas Perhatianya saya Ucapkan terimah kasih yang sebesar-besarnya

Hormat saya

DTO
GOLFRID SIREGAR, SH

Ditemui Waspada di kediamannya, di Gang Lambou, Rabu (20/11), Resmi Barimbing mengungkap keluh kesah yang kini dialami sejak kepergian Golfrid. “Kami masih memiliki hutang di Rumah Sakit H Adam Malik sebesar Rp25 juta, sisa biaya operasi dan perobatan almarhum Golfrid. Kami baru membayar Rp5 juta. Kami berharap ada bantuan keuangan,” tambah Resmi Barimbing.

GOLDFRID Siregar. Dok. Waspada
GOLDFRID Siregar. Dok. Waspada

Perempuan muda ini mengaku baru saja pindah rumah kontrakan dari Selayang ke ke Jalan Bajak I, Gg. Lambou, Kecamatan Medan Amplas. ”Kami pindah setelah bang Golfrid dimakamkan di Tigadolok, Simalungun,” kata Resmi yang pernah menggeluti bisnis online semasa Golfrid masih hidup. Karena kekurangan modal, bisnis itu dia hentikan.

Usai Golfrid meninggal dunia, ibu satu anak ini merasa terus dihantui dan takut tidur berdua dengan anaknya yang masih berusia 2,3 tahun. ”Kami memilih tinggal di Gg. Lambou karena masih dekat dengan rumah Mak Tua nya Golfrid,” kenang Resmi Barimbing.

Dia lalu memutar ingatan sebelum peristiwa meninggalnya Golfrid terjadi. Saat itu ia masih sempat meminta Golfrid untuk mengantarkan barang ke perusahaan ekspedisi JNE. Golfrid berangkat kerja dari rumah sekira pukul 16.30. WIB, tapi hingga malam Golfrid tidak ada kabar.

Resmi mencoba menghubungi nomor handphone nya, tapi tidak lagi aktif. Ia pun tak bisa tidur, anaknya juga rewel tak bisa tidur. ”Tapi aku tidak punya firasat buruk. Aku berpikir positif saja, kemungkinan Golfrid tidak pulang, karena tidur di rumah Mak Tua nya,” tutur Resmi.

Keesokan harinya, cerita Resmi, ia kembali menghubungi nomor handphone Golfrid, tapi tetap juga tidak aktif. Padahal, Golfrid berjanji akan mengantar Resmi belanja ke pasar. Sekira pukul 11.00. WIB, Resmi mendapat kabar dari kakak sepupu Golfrid yang menyebutkan dia kecelakaan. Resmi lalu bergegas ke rumah sakit tempat dia dirawat.

Hingga akhirnya dia meninggal, Resmi merasa ada keanehan soal kematian suaminya, sebagaimana laporan yang disebutkan polisi. Resmi meragukan kematian suaminya itu. Kalaupun polisi menyebutkan peristiwa itu kecelakaan tunggal, tetapi, yang jadi janggal, celana yang dipakai dia sama sekali tidak ada lecet sedikitpun.

Padahal dia memakai celana keper berbahan tipis. Hanya saja, ada terdapat bekas lumpur di dekat bagian saku kanan. Dia bilang, bila memang itu kecelakaan, seharusnya badannya juga akan mengalami lecet. Sepedamotor yang digunakan dia, juga pasti hancur. Namun, ternyata sepedamotor tidak begitu parah.

Soal, laporan polisi yang menyebutkan ada alkohol di lambung dia, juga dibantah Resmi. Sepengetahuan dia, dia bukanlah peminum. Ia hanya meminum seteguk tuak dari bekas gelas temannya. ”Aku berharap kasus ini bisa diusut tuntas,” kata Resmi.

Menurut Resmi, keseharian dia adalah type suami yang tertutup. Bahkan, dia tidak mau bicara terlalu terbuka kepada istrinya. ”Dia tidak pernah bercerita apa yang diurus di luar. Keseharian, bila sudah pulang ke rumah, dia terkadang duduk-duduk di teras rumah sambil menyeruput kopi,” kata Resmi di ujung wawancara dengan Waspada. ***

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2