Waspada
Waspada » Risma: Makin Banyak Pohon Ditanam, Banjir Akan Berkurang
Lapsus

Risma: Makin Banyak Pohon Ditanam, Banjir Akan Berkurang

Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam penghijauan di area hutan kota di Stadion Gelora Bung Karno. (Ist)

JAKARTA (Waspada): Menteri Sosial, Tri Rismaharini menyatakan bahwa manfaat pohon adalah untuk kehidupan manusia dan menjaga kelestarian alam. Diungkapkan, semasa dirinya menjabat Wali Kota Surabaya dua periode, banyak area yang belum dimanfaatkan secara optimal. Bentuk kepedulian terhadap lingkungan ia pun membangun taman agar banyak hidup tumbuh-tumbuhan, pohon dan bunga. Faktanya sudah sangat nyata, yakni banjir di Kota Pahlawan itu berkurang drastis.

“Contohnya misalkan saat saya awal jadi Wali Kota, 52 persen wilayah Surabaya banjir. Lalu saya mencari tahu dan mendengarkan teori, karena saya kan bukan ahli tanaman. Dari teori tersebut bahwa satu pohon kalau usia dia 10 tahun sampai 20 tahun, maka bisa menyimpan air. Dari situ lah saya menanam sebanyak – banyaknya pohon. Pokoknya ndak boleh ada tanah kosong, harus kita tanami,” kata Risma saat berbicara pada peluncuran buku berjudul “Merawat Pertiwi, Jalan Megawati Soekarnoputri Melestarikan Alam”, di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta (24/3).

“Dan alhamdulillah sekarang, kemarin terakhir itu dua persen yang masih sisa ada genangan,” imbuh Risma.

Kata Risma, selain memberika  oksigen yang tentu baik untuk manusia, karena banyak pohon dan taman di Surabaya, menjadikan kota yang dipimpinnya dulu, saat ini mendulang rezeki. Banyak pendatang termasuk para turis ingin ke Surabaya karena keindahan alamnya dan kota semakin cantik. Para investor berani mengeluarkan modalnya membangun hotel. Awalnya tentu pembangunan ini mendapat respons pro-kontra.

Ia membeberkan, kota Surabaya yang dulunya gersang, kemudian kotanya menjadi hijau banyak taman, banyak pohon, buah – buahan, justru orang datang ke Surabaya. 

“Saat saya jadi Wali Kota, hampir 300 persen, hunian hotel itu naik. Kan ga mungkin mereka mendirikan investasi hotel, kalau kemudian tidak ada pasarnya. Jadi itu yang terjadi. Sering kali dipertentangkan antara kita ramah lingkungan dan disebut tidak menjadi ekonomis kota ini. Itu tidak terbukti terjadi di Surabaya. Bahkan Kota Surabaya, banyak tamu yang datang bahkan dari luar negeri. Mereka melihat kondisi Surabaya bagus, lingkungannya bagus,” kata Risma.

Risma menyatakan, dengan kota yang tertata, hal itu juga sejalan dengan naiknya pendapatan asli daerah (PAD) di Surabaya. Dari yang awalnya PAD hanya diperoleh sekitar Rp 900 miliar, kini sudah menyentuh di angka Rp 6 triliun.

Ia menuturkan, potensi ekonomi ini terjadi di pesisir laut. Berkat saran ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri dibuat lah cemara udang, pengganti hutan mangrove, untuk melindungi perahu nelayan dari ombak besar ketika datang. Kini, kata Risma, banyak nelayan dari luar Surabaya datang. Tidak hanya mencari ikan, pada akhir pekan nelayan menjadikan kapalnya untuk wisata bagi para turis.

“Nelayan- nelayan ini kami ajarkan juga, kalau Sabtu – Minggu, mereka menjadi nelayan pariwisata. Nah kemudian mereka mengantarkan tamu- tamu, dan tamu makan siang – siang yang memasak istri-istri nelayan,” kata Risma.

“Jadi naiknya (PAD) bukan 10 persen, tapi begitu banyak tamu ke Surabaya, kemudian akhirnya terjadi perputaran ekonomi,” tutur Risma.

Di acara itu, Megawati hadir secara virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta. Di DPP PDIP, dipimpin oleh Sekjen Hasto Kristiyanto yang hadir bersama Ketua DPP PDIP I Made Urip. Hadir juga Menteri Sosial Tri Rismaharini, mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, mantan Menteri Lingkungan Hidup Sonny Keraf. (irw)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2