Para Elit Tergiur Fakta Bodong Pahlawan Sitompul

  • Bagikan
PAHLAWAN Sitompul. Waspada/Ist
PAHLAWAN Sitompul. Waspada/Ist

Keharusan adanya alas hak dan sempadan sudah clear di BPN. Ketika seseorang mengklaim itu tanahnya, harus ada pihak yang membenarkan.

DI Kawasan Sipirok-Marancar-Batang Toru, nama Pahlawan Sitompul mendadak beken. Lelaki 62 tahun ini memiliki pesona mengagumkan. Bayangkan, sosok yang pernah bermukim di Desa Simaninggir, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, ini mampu “menghipnotis” para dedengkot hukum di Jakarta, di antaranya Manahan Sitompul, Hakim Mahkamah Konstitusi.

Selain itu ada juga nama Henry Panggabean, bekas Hakim Agung Mahkamah Agung RI, Marsda TNI (Purn) Johnny FP Sitompul, Laksda TNI (Purn) Iskandar Sitompul, Brigjend TNI (Purn) Albiner Sitompul, Rumbi Sitompul (Pengacara kelompok penggugat) Poltak Sitompul, Notaris Netty Sitompul dan nama-nama “penting” lain.

Abdul Gani Batubara, 62 tahun, bercerita tentang sosok Pahlawan, temannya. Kata Batu, sapaan akrab Batubara, keseharian Pahlawan kerap mencari burung di hutan. “Kadang Pahlawan mencari jengkol dan durian,” kata Agussalim, temannya yang lain, kepada waspada.id, Kamis 25 November 2021, di Kota Padang Sidimpuan.

Penuturan Batu, Pahlawan lebih sohor sebagai seorang petani biasa di kampungnya. Ia hanya menamatkan Sekolah Dasar. Tak sampai SMP. Tapi, ambisinya untuk menguasai lahan-lahan tak tergarap cukup besar. Hutan-hutan di Kawasan Simarboru satu persatu dia klaim, di antaranya adalah fakta bodong tanah waris Lobu Sitompul.

Mengapa dikatakan fakta bodong? Dalam putusan perdata di PN Padang Sidimpuan, bernomor register 39/PDT.G/2020/PN.PSP, Hakim Ketua Lucas Sahabat Duha dan anggota Hasnur Tambunan dan Rudi Rambe serta panitera pengganti Heri Chandra menjatuhkan putusan dan menyatakan gugatan penggugat terhadap PT NSHE dan kawan-kawan selaku pihak tergugat, tidak dapat diterima (NO).

Bahkan, selama agenda acara pembuktian, penggugat yang dasar gugatannya adalah kuasa dan dokumen dari Pahlawan Sitompul, tidak dapat membuktikan dalil gugatannya baik mengenai alas hak maupun objek tanahnya.

Pihak Badan Pertanahan Tapanuli Selatan juga bersikap serupa, memastikan bahwa klaim tanah waris Lobu Sitompul, “produk” Pahlawan Sitompul, itu tidak memiliki alas hak dan sempadan (batas). Validitasnya diragukan.

Fredrigk Rogate Hutajulu, Analis Hukum Pertanahan Kantor Pertanahan Kota Tapanuli Selatan, menegaskan soal harus adanya alas hak, pihak pertanahan sudah clear. Dia sudah lama menguasai fisik tanah itu, sudah berapa surat biasanya disebutkan. “Dan surat ini yang menerbitkan bukan saya sendiri yang membuat perkumpulan, saya klaim tanah, saya yang mengklaim surat. Kan tidak seperti itu.”

Menurut Fredrigk, ketika seseorang menyatakan itu tanahnya maka harus ada yang membenarkan, “yang sempadan biasanya mengakui itu tanah saya dan diketahui biasanya oleh BPN. Misalnya penerbitan sertifikat biasanya ada pernyataan penguasaan fisik, biasanya dibuat oleh si pemohon dan biasanya dibenarkan oleh kepala desa dan jiran-jirannya. Itu tidak kita temukan di alas hak yang disampaikan oleh si penggugat (Lobu Sitompul),” rinci Fredrigk, kepada waspada.id, di Padang Sidimpuan, Kamis 25 November 2021.

Hingga berita ini ditayang, keberadaan Pahlawan Sitompul masih misterius. Beberapa temannya menceritakan Pahlawan Sitompul kini menyepi di kawasan Riau daratan. “Dia mengasingkan diri setelah meninggalkan banyak masalah di sini. HP nya aktif saat dia telepon seseorang saja. Setelah itu mati lagi,” cerita Abdul Gani Batubara, teman Pahlawan.

Tapi, Ironinya, para elit hukum di Jakarta menganggap Pahlawan Sitompul sosok lelaki kampung yang masih memesona. Magnet itu bisa dibuktikan tatkala Rumbi Sitompul cs, pengacara tanah waris Lobu Sitompul, ngotot memperjuangkan warisan diduga bodong dari seorang makelar yang tak menamatkan Sekolah Tingkat Pertama itu. (Baca: Tak Pernah Ke BPN, PRT Sitompul Cari Legalitas Di Pengadilan) | RIZALDI ANWAR

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *