Waspada
Waspada » Kinerja DPR RI Dan Setahun Pandemi Covid-19
Lapsus

Kinerja DPR RI Dan Setahun Pandemi Covid-19

Gedung MPR/DPR RI Jakarta (Waspada/Andy Yanto Aritonang )

Setahun pandemi Covid-19, sejak kasus pertama diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020, bukan hanya sebatas merobah pola hidup masyarakat dunia untuk memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Tetapi pandemi Covid-19 ini juga telah berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Kehadiran ‘mahluk’ misterius itu, dan untuk mengendalikannya Pemerintah pun menerapkan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, (PSBB), yang berlanjut pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, (PPKM).

Kebijakan pembatasan ini membuat seluruh aktivitas masyarakat berdampak ditandai dengan menurunnya derajat kesejahteraan rakyat, baik di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, dan budaya.

Tanpa kenal muda dan tua, kaya dan miskin, pejabat atau bukan pejabat, pandemi Covid-19 ini menyerang tanpa padang bulu. Setahun Covid-19, hingga up date terakhir tanggal 1 April Tahun 2021, tercatat data positif Covid di Indonesia adalah 1.341.314 orang, Sembuh 1.151.915 orang, dan Meninggal 36.325 orang .

Mencemaskan, sebab virus yang menjadi musuh dunia ini juga mematikan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit bawaan. Apalagi, belum juga ditemukan obat ampuh untuk melumpuhkan virus ini. Sebagai catatan, setahun Covid, Sekjen DPR RI Indra Iskandar pun menyebutkan anggota DPR cukup rentan terpapar covid. Bahkan, sudah ada enam anggota DPR meninggal akibat Covid-19. Menginggat anggota DPR yang rentan terpapar Covid saat menjalankan tugas konstitusionalnya inilah digelar vaksinasi sebagai bagian dari jadwal yang telah diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Dampak krisis akibat pandemi Covid-19 sudah terasa, tetapi bukan alasan juga untuk menyerahkan pada keadaan. Berbagai usaha dan terobosan harus dilakukan agar bisa bertahan dari keadaan terburuk.

Semua elemen bangsa juga harus berlomba-lomba menerapkan sistim kerja. Tidak terkecuali bagi lembaga legislatif , Dewan Perwakilan Rakyat Rebuplik Indonesia ,( DPR RI), yang memilik fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Agar ketiga fungsi parlemen itu berjalan maksimal walaupun pandemi Covid-19, dan DPR RI tetap eksis, DPR pun melakukan pembatasan jam kerja dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen, dan Work From Office sebesar 25 persen dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Sistim Digitalisasi.

Untuk melancarkan seluruh rapat dan pertemuan para wakil rakyat ini, Kesekjenan DPR RI, pun menerapkan sistim digitalisasi. Penerapan digitalisasi oleh DPR ini, merupakan langkah yang tepat untuk mengantisipasi terhambatnya fungsi parlemen akibat pandemi, sekaligus untuk mengedukasi masyarakat akan pemanfaatan teknologi sesuai dengan perkembangan zaman.

Setahun pademi Covid 19, dengan menerapkan rapat secara virtual dan pembatasan kehadiran jumlah peserta rapat secara fisik, serta penerapan protokol kesehatan yang ketat, DPR RI mampu menjalankan ketiga fungsinya secara maksimal terutama fungsi mengawasi kinerja pemerintah dalam penanganan wabah dan penggunaan anggaran.

Salah satu fungsi legislasi DPR ditengah pandemi yang sangat penting adalah respon cepat DPR atas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang, ( Perppu), Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemulihan Ekonomi Nasional menghadapi dampak Covid-19 menjadi UU.

Respon cepat DPR ini tentu menjadi ruang yang luas bagi pemerintah (eksekutif) untuk cepat menerapkan berbagai kebijakan bersifat extraordinary yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19 beserta dampaknya.

Perppu itu juga lah menjadi dasar hadirnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, (APBN), Perubahan 2020, dimana Rp 405,1 triliun dana APBN untuk penanganan kesehatan, ekonomi dan sosial di tengah pandemi Covid-19 ini

Disamping itu, dukungan DPR pada masa pandemi ini juga terlihat nyata pada pelaksanaan rapat-rapat dengan pemangku kepentingan yang terus rutin dilakukan walaupun secara virtual. DPR RI lewat komisi terkait segera merumuskan langkah-langkah pencegahan dan penindakan penyebaran virus Corona bersama kementerian terkait. DPR menyadari sepenuhnya kerja-kerja pemerintah terutama dalam penanganan wabah harus terus dilakukan.

Sebagai lembaga legislatif, DPR menyadari pentingnya mengoptimalkan fungsi pengawasan agar langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi wabah Corona berjalan efektif, maksimal, terkoordinasi, serta memenuhi protokol pencegahan dan penindakan sesuai standar standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

DPR tidak hanya menggelar rapat secara virtual ditengah pendemi, tetapi juga melakukan aksi nyata dengan membentuk Satgas Lawan COVID-19 yang tugasnya membantu pemerintah mempercepat penanganan wabah.

Sebagai penutup, disamping mengapresiasi kinerja – kenirja DPR di masa pandemi, kita juga mengapresisasi kepedulian Ketua DPR RI yang menyadari sepenuhnya permasalahan pandemi Covid-19 ini merupakan masalah global yang melibatkan banyak negara. Untuk itu, Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani dalam pertemuan virtual The Preparatory Committee of The Fifth World Conference of Speakers of Parliament, Senin (22/2/2021), menyuarakan pentingnya kerja sama internasional, mempererat kemitraan global, dan memperkuat solidaritas bersama dalam menangani pandemi Covid-19.

Setahun pandemi Covid 19 belum juga menunjukkan akan berakhir. Bahkan sebaliknya memunculkan kekhawatiran akan makin bertambah panjang ditengah munculnya jenis baru yang pertama kali ditemukan di Inggris. Di saat pemerintah sedang gencar melaksanakan program vaksinasi Covid-19 secara nasional dengan target sesegera mungkin menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat, sebagai salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, jujur,kita dikejutkan dengan berita Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono yang mengonfirmasi temuan dua kasus mutasi virus jenis baru B117-UK di Tanah Air.

DPR Harus Kuat

Di tengah berbagai keterbatasan pada masa pandemi ini, peranan DPR untuk menjalankan pengawasan tidak boleh kendor. Kita berharap wakil – wakil rakyat tak kehilangan semangat kerja dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Kita mendorong DPR RI terus semangat dan optimis menjalankan tugas konstitusionalnya sehingga pada akhirnya memberikan output yang baik mengakhiri Pandemi Covid 19. Semoga. ( Andy Yanto Aritonang, Wartawan Waspada Di Jakarta)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2