Kepala Sekolah M Syafi’i Saragih MA:
Menerapkan Disiplin, Mencegah Perbuatan Negatif

KEPALA SEKOLAH M SYAFI’I SARAGIH MA Pesantren Modren Al Barokah mengaku prihatin dengan kondisi generasi muda yang kini gandrung dengan gadget (alat komunikasi), sehingga mereka lupa belajar untuk menuntut ilmu.
“Kita prihatin karena hal ini jelas mengganggu masa depan mereka sebagai generasi penerus,” katanya.
Mengantisipasi munculnya perbuatan yang cenderung mengurangi minat siswa, M Syafi’i Saragih MA menjelaskan bahwa pesanten memiliki banyak program.
Tujuannya, menempa santri yang selama masing-masing tingkatan di dalam asrama ini, sejalan dengan visi pesantren, yakni menciptakan santri yang memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kemudian, menciptakan santri yang mampu bersaing di perguruan tinggi negeri dan swasta, baik dalam maupun luar negeri.
Pelajaran yang seluruhnya sesuai dengan kurikulum pemerintah, lanjut M Syafi’i, pihaknya juga melakukan pola belajar yang membuat santri tidak hanya obyek, tetapi juga subyek pembangunan.
“Artinya, ada pola interaksi antara siswa dan guru. Sehingga anak didik termotivasi untuk terus ingin tahu dan belajar lebih serius,” katanya.
“Yang jelas yang namanya handpone, kita larang digunakan. Kalau ketahuan, aka ada sanksinya,” kata Syafi’i.
Dari 527 santri yang mengenyam pendidikan di pesantren tersebut, mereka sudah diberitahu aturan yang wajib dilaksanakan. Bukan hanya soal handpone yang dilarang, tetapi dalam melaksanakan ibadah, mereka juga tidak boleh lalai. “Ini juga ada sanksinya,” ujarnya.
Setiap santri Pesantren Modern Al Barokah diwajibkan mengikuti kegiatan kepesantrenan, keorganisasian, kepramukaan, keolah-ragaan. Kegiatan kepesantrenan dan keagamaan adalah keutamaan dalam Pesantren Modern Al Barokah.

Setiap santri juga diwajibkan mampu untuk memimpin doa, menjadi Khatib Jumat. Ketika bulan Ramadhan, para santri melakukan safari Ramadhan ke beberapa Mesjid daerah domilisi santri.
Dengan waktu selama belajar, pihak guru yang mengajar santri dan pengelola pesantren akan mencermati apa yang harus dilakukan untuk merangsang santri makin aktif.
Misalnya untuk perpustakaan, secara periodik, buku-buku yang ada di dalamnya akan kita ganti dengan buku baru, agar santri tidak jenuh dengan buku yang lama.
“Dan untuk penataan kelas masing-masing santri, kita sudah lakukan perlombaan membuat perpustakaan di ruang kelas mereka. Siapa yang juara, akan mendapat hadiah,” sebut Syafi’i.
Yang lebih membanggakan pesantren melakukan Bimbingan LPTQ dan Olahraga. Dijelaskan program ini menunjang melejitkan potensi santri di bidang seni dan olahraga.
Program ini juga merupakan bimbingan intensif. Santri dilibatkan dalam setiap event di semua level. Sejauh ini santri sudah banyak yang menjuarai berbagai bidang di MTQ baik tingkat kecamatan, Kabupaten dan Propinsi, antara lain;
- Juara Harapan 2 MTQN cabang Syarhil Qur’an Tk. Propinsi Sumatera Utara Tahun 2018
- Juara 1 Fahmil Qur’an MTQN Tk. Kabupaten Simalungun Tahun 2018
- Juara 1 cabang Kaligrafi Kontemporer Putra Tk. Kabupaten Simalungun Tahun 2018
- Juara 2 cabang Kaligrafi Kontemporer Putra Tk. Propinsi Porseni se Sumatera Tahun 2018
- Juara 1 cabang Syarhil Qur’an Tk. Kabupaten Simalungun Tahun 2018
- Juara 2 Fahmil Qur’an Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2019
- Juara 2 cabang Kaligrafi Hiasan Mushaf Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2019
- Juara 1 cabang Fahmil Qur’an Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2019
- Juara 1 cabang Tahfiz 10 Juz Putra Tk. Kab. Simalungun Tahun 2019
- Juara 1 cabang Tahfiz 20 Juz Putra Tk. Kab. Simalungun Tahun 2019
- Juara 1 Fahmil Qur’an Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2020
- Juara 1 cabang Tahfiz 10 Juz Putra Tk. Kab. Simalungun Tahun 2020
- Juara 3 cabang Kaligrfi Kontemporer Putra Tk. Kecamatan Siantar Tahun 2020
- Juara 2 Fahmil Qur’an Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2021
- Juara 1 cabang Kaligrafi Mushaf Putra Tk. Kotamadya Pematangsiantar Tahun 2021
- Juara 1 Fahmil Quran Tk Kabupaten Simalungun Tahun 2022
- Juara 1 Sepak Bola Kabupaten Simalungun JAPFA Cup 2018
- Juara 2 Sepak Bola Piala Brimob tingkat Kabupaten Simalungun tahun 2021
Mencermati disiplin siswa dalam pesantren, di lain pihak, diakui sering menimbulkan kebosanan. Untuk mengatasi itu, pesantren melakukan berbagai kegiatan pembelajaran intrakurikuler yang dilangsungkan di luar kelas.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali santri kemampuan melakukan penelitian atau riset di lapangan terkait dengan mata pelajaran tertentu.
Kegiatan ini sudah berjalan sejak tahun 2018 dengan materi pelajaran Bahasa Inggris, Kimia dan Biologi antar lain bertempat di Balai Penelitian dan Pengembangan Aek Nauli Parapat, Meeting Tourist di Berastagi.
Kemudian, pembuatan Roti Sariroti di Pabrik Sariroti Tanjung Morawa, Pabrik Roti acang Eliya Lubis di Tebing Tinggi, P.T Inalum, dan Pembangkit Tenaga listrik di Sigura-gura.
Pihak yayasan yakin, dengan berbagai disiplin dan penyegaran yang dilakukan, diharapkan santri tidak sempat lagi berpikir yang dapat mengganggu kegiatan belajarnya. partono budy
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.