YAC Duga Banyak Pelanggaran Pada Proyek Multiyears Di Bener Meriah

YAC Duga Banyak Pelanggaran Pada Proyek Multiyears Di Bener Meriah

  • Bagikan
Papan nama, proyek multiyears yang terpasang di Kampung Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Waspada/Eri Tanara

REDELONG (Waspada): Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Youth Against Corruption (YAC) menduga banyak terdapat pelanggaran pada pekerjaan proyek multiyears jalan Pondok Baru–Samar Kilang.

Koordinator LSM YAC Sadra Munawar kepada Waspada, Senin (27/9) mengatakan, pihaknya sudah melakukan investigasi dilapangan terkait adanya pelanggaran pekerjaan tersebut. “Pelanggaran itu terjadi pada sisi kesehatan, keselamatan kerja (K3). Jadi kita melihat pekerja tidak memperhatikan keselamatan saat bekerja. Secara otomatis perusahaan telah melanggar UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja,” jelasnya.

                                             

Selain keselamatan kerja, kata Sadra, material pembangunan proyek multiyears tersebut diduga tidak bersumber dari galian C yang memliki ijin, bahkan menyebabkan terganggunya para pedagang di pinggir jalan. “Sesuai UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU Nomor 3 Tahun 2009, bahwa setiap kegiatan proyek pembangunan harus menggunakan material galian C yang resmi,” katanya.

“Kami juga mendapat informasi pihak PT Galih Medan Perkasa telah membangun crusher di Bener Meriah, kalau ini benar terjadi, besar kemungkinan mereka belum mengantongi izin,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menyoroti alat berat proyek multiyears yang dianggap mengganggu masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang di pinggiran jalan arah Simpang Tiga-Pondok Baru. “Seperti truk pembawa pasir dan mobil tangki air yang beroperasi, sama sekali tidak mampu menutup debu yang dihasilkan oleh truk multiyears yang melintas,” ujarnya.

Meski demikian, Sadra mengaku telah mengantongi dokumen-dokumen pelanggaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan tersebut jika nantinya dibawa ke ranah hukum. “Saya meminta penegak hukum untuk menelusuri pelanggaran yang terjadi, serta dapat meningkatkan pengawasan terhadap PT Galih Medan Perkasa agar tidak berbuat curang,” harapnya.

Dalam proses pemabangunan itu, Koordinator YAC ini meminta PT Galih Medan Perkasa bekerja tidak asal-asalan hingga kualitas mega proyek ratusan miliar itu dapat dicapai. “Tujuan kita satu, melepas wilayah status Samarkilang dari keterisoliran. Jadi kita berharap pembangunannya dikerjakan dengan serius dan sesuai dengan dokumen perencanaan,” kata pemuda Samarkilang ini.

“Saya juga meminta Gubernur Aceh Nova Iriansyah dapat meninjau ke lapangan guna untuk memaksimalkan pekerjaan agar perusahaan tidak main-main dalam bekerja,” tutup Sadra.

Sementara itu, terkait pernyataan YAC tersebut, pihak PT Galih Medan Perkasa saat dikonfirmasi Waspada.id, tidak mau memberikan komentar, “Kami no komen,” katanya singkat. (cet)

  • Bagikan