banner 325x300

Tanoto Student Research Award 2021, Perkuat Atmosfir Wirausaha Berbasis Inovasi

  • Bagikan
Head of Scholarship and Leadership Development Tanoto Foundation, Aryanti Savitri

JAKARTA (Waspada): Tanoto Foundation berhasil menggelar Tanoto Student Research Award (TSRA) 2021 dan menghasilkan 24 tim peneliti muda dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air. Ke-24 tim finalis TSRA ini dikompetisikan di tingkat nasional dalam dua kategori yaitu teknologi dan sains.

Head of Scholarship and Leadership Development Tanoto Foundation, Aryanti Savitri dalam keterangan pers lewat virtual, Rabu (24/2) mengatakan, Tanoto Foundation sebagai organisasi filantropi yang fokus pada pendidikan, mendorong generasi muda untuk bisa berinovasi dan mengembangkan aplikasi pengetahuan yang mereka dapat di perguruan tinggi untuk menjadi produk yang bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

TSRA merupakan inisiatif Tanoto Foundation dalam mendukung generasi muda untuk berinovasi melalui penelitian terapan di kampusnya masing-masing serta diharapkan dapat membangun potensi hilirisasi penelitian.

“Melalui Tanoto Student Research Award ini, kami juga ingin meningkatkan jumlah peneliti di Indonesia, terutama para peneliti muda yang tumbuh dari perguruan tinggi,” kata Aryanti Savitri.

Dikatakannya, inovasi berperan penting dalam kemajuan bangsa. Melalu inovasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, kualitas sumber daya manusia akan meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Inovasi juga dapat menciptakan efisiensi dalam perekonomian, sehingga produk-produk yang dihasilkan semakin kompetitif.

TSRA telah berjalan sejak 2007 yang bermitra dengan IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanudin. Tahun 2021 ini,

Abdul Azim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah satu pemenang kategori Teknologi. Dia menciptakan alat Pendeteksi Kualitas Minyak Goreng Portable. Abdul Azim menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan sidang pengujian kualitas pangan di laboratorium. Mereka menyadari, hal itu memakan waktu yang lama.

“Dengan teknologi uji kualitas pangan yang kami kembangkan, kami berharap kedepannya teknologi ini dapat lebih cepat dan mampu menghasilkan kualitas pangan terbaik,’ ujar Azim.

Sementara itu, pemenang dari kategori Sains yang merupakan tim dari Universitas Brawijaya, Achmad Roekhan dengan penelitiannya yang mengembangkan Kemampuan Multifungsi Konsorsium Bakteri Kitinolitik dalam Budidaya Tanaman Kedelai. Dengan Bakteri Kitinolitik diharapkan dapat memacu pertumbuhan pada tanaman kedelai dan menjaga kelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan TSRA National Competition tidak hanya mencakup perlombaan dan penjurian saja tetapi juga Kuliah ‘Credit Earning’, yang merupakan aktivitas belajar di luar kampus di mana mahasiswa mengikuti perkuliahan Metode Penelitian dari IPB University, yang selanjutnya dapat diklaim SKS. Ini adalah salah satu perwujudan komitmen Tanoto Foundation mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Untuk sinergitas lebih lanjut dengan program Kampus Merdeka, hari ini kami juga mengundang perwakilan dari Dunia Usaha dan Dunia Industri, serta Kedaireka yang merupakan platform baru dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mempertemukan dunia pendidikan dan dunia usaha, “ lanjut Aryanti Savitri. (J02)

  • Bagikan