Sat Reskrim Polres Humbahas Amankan Tersangka  Cabul Anak Di Bawah Umur

  • Bagikan

DOLOKSANGGUL (Waspada): Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Humbang Hasundutan (Humbahas), kembali mengamankan tersangka cabul terhadap anak di bawah umur. Kali ini, predator seksual terhadap anak ini adalah HL, 56, Warga Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.

Korban tersangka atas perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur itu adalah bunga alias mawar, 9, warga Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbahas. Kini tersangka, HL sudah dijebloskan ke Ruang Tahanan Polisi (RTP) Polres Humbahas guna penyidikan lebih lanjut oleh petugas Satreskrim Polres Humbahas.

Kapolres Humbahas, AKBP Achmad Muhaimin didampingi Wakapolres Kompol D Pinem, Kasat Reskrim Iptu Master Purba Tanjung, Kanit Perlindungan Anak Bripka Aladin Siregar didampingi Sekertaris Dinas PMDP2A Humbahas, Frans Judika Pasaribu kepada sejumlah wartawan, dalam press rilis di Aula Mapolres Humbahas,  Rabu (25/5) mengatakan, hasil pemeriksaan sementara atas dugaan perbuatan cabul, tersangka, HL berdalih dipengaruhi miras jenis tuak.

Dijelaskan Kapolres, kronologinya, Minggu, 15 Mei lalu, sekitar pukul 21:00 WIB, tersangka pulang minum tuak tidak jauh dari kediamannya. Sepulang dri warung tuak, tersangka bukan kembali kerumahnya namun mampir di rumah korban untuk menonton televisi.

“Saat di rumah korban, tersangka mendapati korban dan dua saudaranya sedang menonton televisi. Kemudian, tersangka menanyakan keberadaan orangtua korban, namun korban tidak menjawab,” terangnya.

Selanjutnya, sambung Kapolres, pada kesempatan itu, tersangka turut berbaur menonton televisi. Tidak berselang lama, tersangka melihat korban tengah tidur. Melihat korban tertidur, nafsu setan dalam diri tersangka mulai bekerja. Tersangka kemudian mengangkat korban dan membaringkan ke kamar tidur dan melucuti celana korban hingga ke atas lutut.

Menyadari perbuatan tersangka, korban tetiba terbangun menjerit sehingga tersangka panik dan sembunyi di balik lemari dan melarikan diri melalui jendela. Saat bersamaan, orangtua korban, Pantas Simamora, kembali ke rumah sehingga korban menceritakan perbuatan tersangka.

Mengetahui penuruturan putrinya, orangtua korban bersama masyarakat serta perangkat desa mencari tersangka di kediamannya. Massa yang sudah diliputi amarah langsung menghajar tersangka dan mengantarkan langsung ke Mapolres Humbahas, Senin (16/5), untuk proses hukum.

Atas perbuatan cabul itu, kepada tersangka dijerat Pasal 82 Undang-undang Nomor 35/2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Pada press rilis tadi, Kapolres juga memaparkan, ayah bejat, GT, 40, warga Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), yang tega menggauli putri kandungnya sendiri, bunga alias melati, 12. Perbuatan ayah bejat kepada darah dagingnya itu dilakukan GT sebanyak 10 kali di rumah orangtuanya di Kecamatan Parlilitan.

“Saat ini, penyidikan kasus ayah yang menodai putri kandungnya itu tengah pelimpahan berkas (tahap satu) kepada jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Humbahas untuk disidangkan,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Sekertaris Dinas PMDP2A Humbahas, Frans Judika Pasaribu mengaku mendukung aparat penegak hukum (APH) dalam penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan seksual anak serta kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di daerah itu.

Kekerasan seksual terhadap anak dan KDRT, pihaknya akan memaksimalkan pencegahan dengan melibatkan pemerintah desa serta pihak terkait dengan melakukan sosialisasi PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat).

Frans Judika mengakui, kekerasan seksual terhadap anak di Humbahas cendrung meningkat dari tahun ke tahun. Namun dengan terbitnya PP 12/2022 tentang kekerasan seksual terhadap anak, pihaknya akan lebih memaksimalkan sosialisasi PATBM melalui pemerintah desa.

“Sebelumnya, sosialisasi yang kita lakukan hanya di tingkat kabupaten melalui pengelompokan/pengorganisasian di sepuluh kecamatan se Humbahas. Jadi tahun ini, kita akan langsung sosialisasi ke lapisan masyarakat melalui pemerintah desa” tandasnya. (cas/a08)

Ket Foto.
KAPOLRES Humbahas, AKBP Achmad Muhaimin didampingi Wakapolres Kompol Deminta Pinem, Kasat Reskrim Iptu Master Purba Tanjung, Sekertaria Dinas PMDP2A Humbahas, Frans Judika Pasaribu memberikan keterangan atas kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Waspada/Andi Siregar

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.