Salut Semangat Pantang Menyerah Madrid

  • Bagikan
RMFC

MADRID (Waspada): Entrenador Carlo Ancelotti dan playmaker Luka Modric, mengaku salut dengan semangat pantang menyerah Real Madrid saat mendepak Chelsea pada babak perempatfinal Liga Champions.

Setelah menang 3-1 pada leg1 pekan lalu di London, Selasa (Rabu WIB), Madrid sempat ketinggalan 0-3 saat gantian menjadi tuan rumah pada leg2 di Stadion Santiago Bernabeu.

Beruntung gol penambah nafas dari Rodrygo disusul dengan gol penentu tiket lolos dari Karim Benzema (foto), membuat Madrid hanya kalah 2-3 dan lolos dengan keunggulan agregat 5-4. El Real sekaligus mengukir sejarah sebagai tim yang paling sering mencapai semifinal. 

“Luar biasa, sulit untuk mendeskripsikan semangat pantang menyerah tim ini. Kami berada di ujung tanduk sampai kami mencetak gol,” ucap Modric yang terpilih sebagai PlayStation Player of the Match, seperti dikutip dari BT Sport, Rabu (13/4).

“Chelsea mengemas tiga gol bagus, mungkin yang ketiga sedikit beruntung karena itu berbelok arah. Saya sendiri tidak bisa bilang kami bermain buruk, namun mereka memaksimalkan peluangnya untuk mencetak gol,” katanya lagi.

Sadar mesti menang telak untuk membalikkan kedudukan pasca kalah 1-3 di Stamford Bridge London, Chelsea langsung menyerang sejak menit awal. Gelandang serang Mason Mount membuka keunggulan The Blues menit 15 dan skor 1-0 bertahan sampai rehat.

Gol kedua yang disarangkan bek Antonio Rudiger (51′) disusul gol striker Timo Werner (75′), membuat Si Biru berbalik memimpin agregat 4-3.

Keadaan itu memaksa Los Blancos harus gantian menekan. Rodrygo lantas menghidupkan kembali harapan Madrid dengan golnya menit 80 sekaligus membuat duel mesti dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Gol sundulan kapten Benzema menit 96 kemudian memastikan El Real menembus babak empat besar.

“Kami tidak pernah menyerah dan kami terus percaya. Kami telah menunjukkan karakter besar, stadion dan para suporter di sini juga sangat membantu. “Ketika kami tertinggal 0-3, mereka terus mendukung,” jelas Modric.

“Itu memberi kami dorongan untuk terus percaya bisa membalikkan keadaan. Pelatih juga melakukan sejumlah pergantian hebat dan itu bekerja dengan sangat baik,” beber bintang asal Kroasia itu.

“Kami harus bangga kepada apa yang kami lakukan. Kami memainkan babak 16 besar yang berat melawan PSG, kini melawan juara bertahan Chelsea di perempatfinal. Saya salut dan tak bisa lebih bahagia lagi,” timpal Ancelotti.

“Kami menang karena punya energi untuk memastikan laga ini tetap hidup. Para pemain tampil berani dan menghadapinya bagai pejuang,” papar pelatih asal Italia tersebut.

Los Blancos pun tercatat sudah 31 kali lolos semifinal Piala/Liga Champions. Pencapaian tersebut 11 kali lebih banyak ketimbang Bayern Munich yang menduduki posisi kedua paling banyak, menyusul kemudian Barcelona 17 kali dan AC Milan 13 kali.

Dari 30 semifinal yang telah dilakoninya, Madrid 16 kali berhasil lanjut ke partai puncak. Dari 16 kesempatan tampil di final, Real menyabet 13 kemenangan yang membuat mereka berstatus sebagai klub dengan gelar Liga Champions terbanyak sepanjang sejarah.

Sedangkan bagi Ancelotti, ini semifinal kedelapannya di Liga Champions, menyamai rekor Pep Guardiola dan Jose Mourinho. Dia juga menjadi pelatih pertama yang mencapainya di empat dekade berbeda.

Ancelotti mencapai semifinal pertamanya bersama Juventus pada 1999, lalu empat kali bersama AC Milan pada 2003, 2005, 2006 dan 2007, lantas di Madrid sebelumnya pada 2014 dan 2015 serta 2022. Dari delapan kali lolos ke semifinal itu, setengah di antaranya menjadi tiket final yang berujung tiga gelar juara Eropa.

“Banyak penderitaan dalam laga ini, tetapi semakin menderita, semakin bahagia saya. Kami tertinggal 0-2, tapi saya yakin kami tak pantas mengalaminya karena tim bermain bagus sekali,” jelas Ancelotti.

 “Setelah gol kedua mereka, tim kami mengalami penurunan psikologis. Tetapi keajaiban stadion ini banyak membantu pemain dan tim untuk tak mau menyerah,” pungkasnya. (m08/bts/mrc)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.