Rakornas Perempuan dan Anak Di Bali, Sinyal Kuat Untuk Sinergi Program Pusat Dan Daerah - Waspada

Rakornas Perempuan dan Anak Di Bali, Sinyal Kuat Untuk Sinergi Program Pusat Dan Daerah

  • Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga (dua dari kiri) bersama Kepala Dinas PPPA Provinsi Jaw Timur (pertama dari kiri), Kepala Dinas PPPA Kaltim Noryani Sorayalita dan Kepala Dinas Provinsi Maluku Utara Musrifah Al Hadar

DENPASAR(Waspada): Dua hari pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Kota Denpasar, Bali, memberi sinyalemen kuat pada koordinasi program yang lebih baik antara pusat dan daerah.

Semua pihak yang hadir, berkomitmen menjalankan koordinasi yang jauh lebih baik untuk kepentingan terbaik perempuan dan anak.

                                             

“Setelah berdiskusi dan berbagi praktik terbaik selama dua hari baik secara online maupun offline, Rakornas ini semata-mata bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.  Rakornas  ini menghasilkan kesepakatan bersama yang menjadi komitmen pusat dan daerah,”ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga saat menutup secara resmi Rakornas  PPPA 2021, Kamis (17/6).

Tahun ini tema Rakornas adalah ‘Sinergi Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Indonesia Ramah Perempuan dan Layak Anak” yang  diselenggarakan pada 16-17 Juni 2021.

Bintang menaruh harapan besar agar semua pihak memiliki semangat yang sama untuk mewujudkan dan menindaklanjuti rekomendasi yang sudah disepakati.

“Selanjutnya kita semua akan melakukan aksi nyata program dan kegiatan koordinasi dan sinergitas PPPA pusat dan daerah yang lebih baik lagi ke depan,”tegas Bintang. 

Menteri Bintang menyampaikan penutupan Rakornas Pembangunan PPPA Tahun 2021 telah menghasilkan kesepakatan bersama (Komitmen Bali) antara Menteri PPPA dan Kepala Dinas yang membidangi urusan PPPA di Provinsi. 

Rakornas Bali dihadiri seluruh jajaran KPPPA pusat dan daerah, pimpinan sejumlah daerah, pemerhati persoalan perempuan dan anak serta media massa.

Sejumlah persoalan krusial terkait perempuan dan anak mengemuka dalam Rakornas di Bali.  Diantaranya perumusan rencana kerja, strategi dan upaya memaksimalkan peran Dana Alokasi Khusus Non Fisik  (DAK NF)  di 2022.

Selain itu, pembahasan juga terkait implementasi sinergi pusat  dan daerah tentang pelaksanaan 5 Arahan Presiden,  pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), layanan terpadu kekerasan anak dan perdagangan orang serta penguatan layanan pengaduan.

Setelahnya, lahir sejumlah rekomendasi dan komitmen bersama dari yang terdiri dari bebeapa hal penting. Selain upaya penguatan yang luar biasa, rekomendasi juga menyangkut peningkatan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan, khususnya perempuan penyintas kekerasan dan bencana, perempuan kepala keluarga, dan perempuan rentan lainnya.

“Bagaimana pola pengasuhan anak di era digital juga menjadi krusial, mengingat tingkat kejahatan pada anak juga bermuara pada kuatnya penetrasi digital dalam kehidupan anak-anak saat ini,” tandas Bintang. (J02)

 

 

  • Bagikan