Pencegahan Narkoba Melalui Aplikasi Sumut Bersinar

  • Bagikan
KASUBDIT III Ditres Narkoba Poldasu AKBP Fadris S R Lana, SIK M.SI (tengah) dan IPWL LRPPN Bhayangkara Indonesia Taufik, CH, Cht sebagai narasumber di RRI Meda dalam acara dialog interaktif Halo Polisi, Rabu (16/6). Direktorat Narkoba Poldasu gelar acara pencegahan Narkoba melalui aplikasi Sumut Bersinar. Waspada/Ist
KASUBDIT III Ditres Narkoba Poldasu AKBP Fadris S R Lana, SIK M.SI (tengah) dan IPWL LRPPN Bhayangkara Indonesia Taufik, CH, Cht sebagai narasumber di RRI Meda dalam acara dialog interaktif Halo Polisi, Rabu (16/6). Direktorat Narkoba Poldasu gelar acara pencegahan Narkoba melalui aplikasi Sumut Bersinar. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ditres Narkoba Poldasu saat ini mempunyai strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui aplikasi Sumut Bersinar guna mendukung perubahan teknologi Kepolisian di Era Police 4.0.

Hal ini dikatakan Kasubdit III Ditres Narkoba Poldasu AKBP Fadris S R Lana, SIK M.SI dan IPWL LRPPN Bhayangkara Indonesia Taufik, CH, Cht di RRI Meda dalam acara dialog interaktif Halo Polisi, Rabu (16/6).

Dijelaskan Fadris, kejahatan narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi penerus bangsa, cita-cita negeri ini tidak akan terwujud selagi generasi penerus terkontaminasi Narkoba.

Menurutnya, peredaran Narkoba menyasar semua kalangan masyarakat, tidak mengenal usia, dan berbagai jenis pekerjaan.

“Berbagai cara dan upaya terus dilakukan Poldasu beserta jajarannya, melalui Direktorat Narkoba Poldasu terus berupaya memberantas kejahatan narkoba. Salah satunya melalui program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” jwlas Fadris.

Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018, Rencana Aksi Nasional (RAN) dikelompokan menjadi 4 kategori, yakni pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi penelitian dan pengembangan penanganan penyalahgunaan narkotika serta presekusor narkotika.

Guna melaksanakan program P4GN di era digitalisasi industri 4.0, harus memiliki cara dan inovasi. “Sumut Bersinar adalah terobosan atau inovasi baru dalam membangun penyampain informasi kepada publik dan masyarakat khususnya pada pelajar yang berbasis aplikasi, yang menjawab tantangan kedepan tentang perkembangan teknologi informasi dalam rangka pencegahan terhadap penyalahgunaan Narkoba di wilayah hukum Poldasu,” jelasnya.

Model Digitalisasi Sosialisasi adalah proses dari format analog menjadi format digital sehingga lebih mudah untuk diproduksi disimpan, dikelola, dan didistribusikan dalam bentuk teks, angka audio visual, yang berisi tentang program atau kegiataan yang tertuang didalam Sumut Bersinar.

Dijelaskan Fadris, berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotiba diwajibkan untuk menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Rehabilitasi medis adalah pengobatan dan pemulihan kondisi kesehatan bagi korban, sementara rehabilitasi sosial adalah upaya pemulihan mental para pecandu,” jelasnya.

Rehabilitasi

Berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Narkotika, lanjutnya, rehabilitasi dapat dilakukan berdasarkan permohonan. Suatu permohonan rehabilitasi diawali dengan laporan oleh si pecandu atau keluarga kelembaga rehabilitasi medis dan sosial.

Narasumber dengan tenang dan jelas serta enak didengar mengumandang suara menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan baik dari presenter maupun para pendengar dalam Dialog Interaktif Halo Polisi.

Sistem aplikasi ini merupakan ide dari AKBP M. Fadris Sangun Ratu Lana, SIK, M.Si, selaku
peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan V Kementerian PUPR Tahun 2021, membuat terobosan dalam program aplikasi “Sumut Bersinar” di era digitalisasi industri 4.0, yang akan memberikan informasi terhadap masyarakat didalam penyalahgunaan Narkoba pada wilayah hukum Poldasu. (m25)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *