Pelajaran Berharga Dari Tanah Papua - Waspada

Pelajaran Berharga Dari Tanah Papua

  • Bagikan
MUALEM menyerahkan cinderamata kepada Cessar Avianto Tunya di salah satu hotel di Timika. Waspada/Aldin Nl

PON XX Tahun 2021 di Tanah Papua baru saja usai. Banyak cerita sukses yang bisa diadopsi untuk penyelenggaraan PON XXI mendatang, saat Sumut dan Aceh mendapat giliran sebagai tuan rumah bersama perhelatan akbar tersebut.

Catatan Waspada yang hadir di PON Papua sebagai pengurus KONI Aceh melihat, keunggulan tuan rumah Papua dibanding pelaksanaan PON sebelumnya.

Mengambil satu sampel venue yang dibangun di empat kab/kota dan Provinsi Papua, hampir semuanya berstandar nasional bahkan internasional. Misalnya sejumlah venue cabang olahraga di Kabupaten Mimika, semuanya keren dan terbaik. Arena atletik yang dipusatkan di Sport Center Mimika atau Mimika Sport Center (MSC) boleh dibilang terbaik di Asia.

Benar. Mimika Sport Complex (MSC) merupakan salah satu Sport Center yang didirikan di Kabupaten Mimika, Papua. Kompleks ini berdiri di atas lahan seluas 25 hektar dan telah dibangun sejak enam tahun silam (2013).

Pembangunan MSC menghabiskan anggaran sebesar 33 juta dolar AS (sekitar 468 miliar rupiah). Jika Stadion Papua Bangkit menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pembangunannya, MSC sedikit berbeda karena dibangun menggunakan dana tangung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Freeport Indonesia.

Walaupun dibangun menggunakan dua pendanaan berbeda, baik Stadion Papua Bangkit maupun MSC sama-sama untuk menyukseskan penyelenggaraan PON XX tersebut, terbagi menjadi tiga komplek bangunan, yaitu stadion sepakbola, stadion indoor, dan asrama atlet.

Ternyata, itu belum apa-apa. Stadion Sepakbola Lukas Sentani Timur, lebih dahsyat. Stadion tempat membukaan dan penutupan PON XX Papua. Gedung ini memiliki luas 71.697 meter dengan kapasitas 40 ribu lebih penonton.

Fasilitas unggulan Stadion Lukas Enembe yakni lapangan sepakbola yang telah mengikuti standar FIFA serta lintasan atletik sintetis bersertifikasi kelas 1 standar Federasi Atletik Internasional (IAAF).

Fasilitas lainnya yakni pencahayaan menggunakan LED teknologi DMX dan papan skor digital dari Eropa yang terpasang di dua sisi tribun.

Bentuk bangunan stadion Lukas Enembe dibuat seperti bunga yang mekar, yang proyeknya dikerjakan oleh PT PP sejak 2016 selesai 2019, menghabiskan dana Rp1,3 triliun dari APBD Provinsi Papua.

“Kita bangga ada di Tanah Papua, bangga berada di stadion terbaik di Asia Pasifik ini. Stadion yang sangat megah ini, bukan satu-satunya simbol kemajuan Papua,” kata Presiden Joko Widodo.

Konsumsi Kelas Garuda

Selain fasilitas gedung utama, venue-venue berkelas dan mewah, tidak kalah lagi penyediaan konsumsi untuk para atlet, pelatih, ofisial panitia dan pengurus KONI se-Indonesia.

Tidak tanggung- tanggung, PB PON Papua minta bantuan tokoh nasional asal Aceh yang punya proyek tambang di Papua menyediakan kebutuhan konsumsi atlet/ofisial dan panitia.

Soal penyediaan konsumsi PON XX Papua ini dicerikan salah satu PB PON klaster Mimika, Cessar Avianto Tunya SH MH MSi kepada penulis di Hotel Mozza Mimika, ketika perhelatan PON sedang berlangsung.

Cessar Avianto Tunya, keturunan Jawa ini di KONI Mimika menjabat sebagai sekretaris. Dia tidak cuma menjelaskan kontribusi Surya Paloh yang berhasil menghandel konsumsi puluhan ribu atletik, pelatih, ofisal dan panitia.

Juga kualitas makanan yang selalu masih tersegel dan terbungkus aluminium foil, hingga bertahan hingga tiga hari ke depan. Sehingga tidak ada keluhan dan para atlet karena makanan basi, seperti sering terjadi di event- event nasional yang menyedot ribuan peserta.

“Tidak sanggup kita menyaingi pelaksanaan PON Papua. Pembangunan fasilitas venue yang luar biasa mewah dan konsumsi untuk atlet standar untuk penumpang Garuda Indonesia Air Ways,” aku Sakiruddin, Wakil Ketua KONI Sumut saat bincang-bincang dengan pengurus KONI Aceh di Timika terkait dengan PON.

Pengalaman bagaimana liku-liku dalam melobi dana-dana besar dari APBN, bantuan pihak ketiga dan dana sponsor lainnya serta proyek tersebut, dipaparkan Cessar Avianto Tunya dalam pertemuan informal dengan petinggi KONI Aceh. Sembari jamuan makan malam.

Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf, Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar, Baktiar Hasan, Tgk Anwar, Kenedi Husein, Zaini Yusuf, Azhari Cage dan pendamping cabor Aldin Nl. Heri Laksana dan Said Zulhasri.

Cessar Avianto yang beribu wanita Jawa itu juga menjelaskan sepak terjang dan strategi untuk mendapatkan fasilitas untuk membangun Papua lewat tuan rumah PON.

“Fasilitas untuk mendukung suksesnya pelaksanaan PON adalah isu pemerataan pembangunan khususnya di wilayah Timur Indonesia, khususnya Papua ” papar Cessar.

Masukan Positif

Ketua KONI Aceh, Muzakir Manaf dan Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak menyambut positif dan berterimakasih kepada KONI Mimika yang menginisiasi pertemuan sekaligus menjamuan makan malam. “Masakanya enak,” kata Mualem, panggilan akrabnya. Disambut senyuman oleh tuan rumah yang ikut didampingi Nyonya Cessar

Usai pertemuan, Mualem yang ditanya Waspada menyatakan berterimakasih kepada PB PON Papua Klaster Timika yang telah berbagi pengalaman dan saling tukar informasi serta langkah-langkah yang mau diambil terkait Aceh-Sumut tuan rumah PON paska PON Papua.

“Setiap informasi yang positif dan membangun kita terima demi suksesnya penyelenggaraan PON di Aceh 2024,” ujar mantan Wakil Gubernur Aceh ini. *Aldin Nl

  • Bagikan