Kapoldasu Beri Edukasi Hukum Dalam Kasus Pajak Gambir

Kapoldasu Beri Edukasi Hukum Dalam Kasus Pajak Gambir

  • Bagikan
KAPOLDA Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Waka Polda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kasus pajak Gambir telah menjadi isu yang mewacana dalam proses penegakkan hukum di wilayah hukum Polda Sumatera Utara. Momen yang menjadi perhatian besar masyarakat ini dinilai dimanfaatkan Kapoldasu untuk memberikan edukasi hukum kepada masyarakat.

“Kasus ini menjadi perhatian publik karena itu apabila diselesaikan dengan cara yang terbaik sesuai dengan mekanisme hukum, maka akan memberikan edukasi hukum kepada masyarakat,” ujar Dr Dedi Sahputra, MA dosen Fisipol Universitas Medan Area (UMA) menanggapi wacana kasus pajak Gambir, Ahad (17/10).

Dia menyebutkan, langkah-langkah edukasi hukum seperti mengundang pihak-pihak yang bertikai dan memberikan imbauan yang mengarah pada pencarian solusi di antara keduabelah pihak.

“Dengan memberikan edukasi hukum, Polda Sumatera Utara tidak saja menjalankan tugasnya sebagai pengemban amanat Kamtibmas di wilayah ini tetapi juga sekaligus dapat mencerdaskan masyarakat akan persoalan hukum,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, memfasilitasi pertemuan antara pedagang Pasar Gambir berinisial LG dan pria yang diduga preman berinisial BS karena kasus saling lapor di Lobbi Adhi Pradana Mapoldasu, Selasa (12/10) malam.

Dalam pertemuan itu Kapolda Sumut didampingi Waka Polda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, Dir Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko sangat atensi terhadap perkara kasus saling lapor yang ditangani Polsek Percut Seituan.

Kapoldasu berharap usai pertemuan ini polemik dapat berakhir. “Saya berharap ini tidak lagi menjadi polemik,” katanya.

Panca mengungkapkan, kasus yang awalnya ditangani Polsek Percut Seituan kini sudah diambil alih Polrestabes Medan dan Polda Sumut. Panca mengaku akan dilakukan audit kembali terhadap kasus ini.

“Percayakan penanganannya kepada kami, kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut tentang penetapan tersangka kepada ibu Gea untuk dilakukan audit oleh tim,” ucap Irjen Pol Panca.

Irjen Pol Panca menjelaskan, BS memang sudah ditahan. Namun dia menyebut penahanan itu karena kasus yang lain. “Dalam perkara lain yang dilaporkan kepada saudara BS,” tutur Irjen Pol Kapoldasu.

Kapoldasu juga menjelaskan dugaan terjadinya pungutan liar di Pajak Gambir. Menurut keterangan LG, kata Panca, memang ada pungutan namun itu bukan dilakukan oleh BS.

“Bukan saudara BS yang selama ini meminta. Saya coba dalami, ternyata uang keamanan untuk pemuda setempat. Pasar itu dikelola oleh pemuda setempat,” jelas Irejn Pol Panca.

“Persoalan yang terjadi itu karena ibu LG merasa bukan BS yang seharusnya meminta, karena dia sudah memberikan kepada pemuda setempat. Nanti kita akan koordinasi ke pemerintah setempat supaya pasar itu dikelola dengan benar,” katanya.(m05)

  • Bagikan