ICE Institute Diresmikan, Siapkan 17.050 Beasiswa Kampus Dalam Dan Luar Negeri - Waspada

ICE Institute Diresmikan, Siapkan 17.050 Beasiswa Kampus Dalam Dan Luar Negeri

  • Bagikan
Dirjen Dikti Kemendikbudristek, Nizam

TANGERANG SELATAN (Waspada): 
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Teknologi (Kemendikbudristek), Prof Nizam,
Rabu (28/7), secara virtual meresmikan Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute).

ICE Institute merupakan lokapasar pembelajaran daring bersertifikat yang bermutu dan teregistrasi dari Perguruan Tinggi ternama dalam negeri seperti UT, UI, UGM, ITS, IPB, Pradita University, Binus University, UPH, UNJ, Unika Atma Jaya, UNS, Undip, Telkom University serta Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia dan Perguruan Tinggi ternama Internasinal yang tergabung dalam lokapasar EdX yang dimotori oleh Universitas Harvard dan MIT Amerika Serikat.

                                             

“Kehadiran  ICE Institute dalam rangka mendukung kebijakan Mendikbudristek yaitu program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka,” ujar Nizam dalam pidatonya.

Untuk awal perkuliahan tahun ini, ICE Institute menyediakan beasiswa Mendikbudristek Merdeka Belajar untuk Semua dengan slot 14.550 beasiswa per semester untuk mengambil berbagai mata kuliah melalui ICE Institute.  Saat ini di ICE Institute ada 165 mata kuliah dari PT papan atas Indonesia, dan 2.500 slot peserta untuk mengambil 1.381 matakuliah dari edX.

“ICE Institute ini mendorong pemanfaatan teknologi dalam  pendidikan tinggi. Dengan ini juga, tidak hanya akses kepada pendidikan tinggi, tapi juga akses pada kualitas pendidikan tinggi yang baik,”imbuh Nizam.

Paulina Pannen dari ICE Institute mengatakan, untuk melengkapi layanan kepada masyarakat Indonesia, ICE Institute juga dilengkapi dengan teknologi blockchain yang mencatat semua penempuhan dan perolehan mata kuliah oleh peserta pembelajaran secara daring , yang  dapat dihubungkan dengan job market. 

ICE Institute hadir dengan tagline Merdeka Belajar untuk Semua, menawarkan mata kuliah dalam skema pembelajaran secara daring akan memperluas akses terhadap pendidikan tinggi daring yang berkualitas, siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.

Selain itu, tersedia juga akses ke berbagai kursus terbuka bahasa Inggris yang dikelola oleh instruktur dari berbagai kampus bereputasi di Amerika Serikat yang dikelola oleh RELO Kedutaan besar Amerika serikat Jakarta. 

“Ke depan, ICE Institute akan terus memperluas jejaring kerjasama dengan banyak pihak untuk meningkatkan jumlah konten pembelajaran yang berkualitas, serta menyediakan layanan pembelajaran daring yang dinamis,” imbuh Paulina. 

Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi ICE Institute yang juga Rektor UT, Prof Ojat Darojat mengatakan, konsorsium perguruan tinggi sangat siap menjalankan pembelajaran daring berkualitas melalui ICE Institute. Di sini, mahasiswa belajar tanpa batas, tanpa sekat dari manapun juga.

“Merdeka Belajar untuk Semua. Indonesia Maju,”pungkas Ojat. (J02)

  • Bagikan