DPRD Minta Dishub Medan Perketat Uji KIR Truk Trailer Jangan Hanya Formalitas

  • Bagikan
PANSUS LKPj Walikota Medan Tahun 2021 rapat pembahasan dengan Dishub Kota Medan, Senin (18/4). Waspada/Yuni Naibaho
PANSUS LKPj Walikota Medan Tahun 2021 rapat pembahasan dengan Dishub Kota Medan, Senin (18/4). Waspada/Yuni Naibaho

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Medan yang bergabung di Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Medan Tahun 2021 pertanyakan pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan tentang keberadaan truk trailer gandeng dan truk tronton di kawasan Medan Utara. Sebab, keberadaan truk dimaksud sangat meresahkan masyarakat karena banyak terjadi laka lantas hingga menyebabkan kematian.

“Keberadaan truk trailer di Medan Utara mohon ditertibkan. Banyak truk gandeng yang tidak layak jalan, bagaimana tahapan uji kelayakan terhadap trailer itu,” cetus Ketua Pansus Lkpj Haris Kelana Damanik, Senin (18/4) saat rapat pembahasan LKPj Walikota 2021.

Dikatakan Haris Kelana, saat melakukan Uji emisi kelayakan KIR, hendaknya dilakukan pengawasan lebih maksimal. Sehingga, bagi kendaraan yang tidak memenuhi persyarakat dapat dilakukan perbaikan. “Apa uji berkala (KIR) kendaraan bagi truk trailer hanya formalitas,” tandasnya.

Disampaikan Haris, perlunya dilakukan pengawasan agar truk trailer guna meminimalisir laka lantas. “Kita prihatin banyak orang mati terlindas truk trealer dan tronton di Belawan,” sebut Haris.

Menurutnya, tujuan utama dilakukan penertiban terhadap truk trailer dan tronton guna meminimalisir angka kematian akibat laka lantas di Medan Utara. Selain itu kata Haris, dengan memaksimalkan uji KIR tentu akan menambah PAD.

Sementara itu anggota Pansus lainnya Sudari minta Dishub Medan agar memaksimalkan penerapan E Parkir di kawasan Medan Utara. Karena di kawasan Medan Utara diyakini banyak perpuratan usaha dari pengguna parkir. Sama halnya dengan keberadaan truk trailer di Belawan supaya dilakukan pengawasan.

Selain itu, Sudari juga minta agar didirikan UPT Uji KIR di kawasan Medan Utara. Hal tersbut diyakini memaksimalkan pengawasan kendaraan wajib lolos Uji KIR.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar menyampaikan, pihaknya menggunakan anggaran Tahun 2021 sebesar Rp135 Miliar dan mengalami Silpa Rp23 Miliar.

Terkait usulan E-Parkir, Iswar menyebutkan saat ini terdapat 65 titik. Penambahan akan dilakukan secara bertahap. Diakuinya, dengan penerapan E-Parkir telah membuktikan PAD 2 x lipat. (h01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.