Di-PHK Sepihak, Pegawai Kopertais Mengadu Ke Disnakertrans Sumut

Di-PHK Sepihak, Pegawai Kopertais Mengadu Ke Disnakertrans Sumut

  • Bagikan
ROMA Rezeki Nasution SH, pegawai bagian penyajian data di Kopertais Wilayah IX mengadukan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Jumat (3/9). Waspada/Ist
ROMA Rezeki Nasution SH, pegawai bagian penyajian data di Kopertais Wilayah IX mengadukan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Jumat (3/9). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Roma Rezeki Nasution SH, pegawai bagian penyajian data di Kopertais Wilayah IX mengadukan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Jumat (3/9), terkait masalah dugaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak tanpa pesangon atau uang jasa.

Siaran pers yang diterima Waspada, menyebutkan, pengaduan ini diterima salah seorang Staf Kasi Penyelesaian Masalah Disnaker Sumut.

Setelah meregestrasi pengaduan, staf itupun menyatakan pengaduan akan diteruskan ke Kadisnakertrans Sumut H Baharuddin Siagian SH MSi, untuk selanjutnya akan menunjuk mediator yang akan memediasi persolaan ini dan memanggil kedua belah pihak.

Usai menyampaikan pengaduannya, Roma Rezeki kepada wartawan menyatakan, pihak Kopertais Wilayah IX diduga belum membayar gajinya terhitung sejak Januari 2021 hingga ia diberhentikan secara sepihak dan hanya secara lisan oleh Sekretaris Kopertais Wilayah IX Dr Zulkarnain Nasution pada 26 Juli 2021.

“Saya tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab saya diberhentikan, sebab saya tidak pernah mendapat teguran sama sekali terkait pekerjaan, baik teguran lisan maupun tertulis. Dan pemberhentian itu hanya secara lisan, karena hingga kini saya belum menerima surat pemberhentian secara resmi. Saya tak lagi diperbolehkan masuk kantor sejak 26 Juli itu,” jelas Roma.

Tak Kunjung Dibayarkan

Ironisnya, lanjut Roma, setelah ia diberhentikan, jangankan pesangon, uang jasa ataupun good will, gajinya yang tertunggak sejak Januari hingga Juli 2021 juga tak kunjung dibayarkan, sehingga ia mengadu ke Disnaker Sumut.

“Saya berharap Disnaker Sumut bisa memediasi persoalan ini. Saya meminta Kopertais Wilayah IX bisa mempekerjakan saya kembali dan membayar gaji saya yang tertunggak. Jika Koordinator Kopertais Wil-IX Prof Syahrin Harahap yang juga sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara tetap memberhentikan saya, saya minta pemberhentian itu secara resmi dan bayar pesangon serta gaji saya yang tertunggak hingga permasalahan ini selesai,” tegas Roma.

Disebutkannya juga, selain dirinya, ada 3 pegawai Kopertais Wil-IX lainnya yang hingga kini gajinya juga tak kunjung dibayarkan yakni Yusranil Husna SE, Tengku Ahmad Fauzansyah dan Sukirman. Dan dari ketiga orang itu, Ahmad Fauzansyah juga senasib dengannya, yakni diberhentikan sepihak secara lisan tanpa mendapatkan apapun.

Disebutkan Roma, ia mulai bekerja di Kopertais Wilayah IX untuk menangani bagian data sejak Maret 2019, dan sejak 2 Juli 2020 ia diangkat sebagai pegawai tetap berdasarkan SK Pengangkatan yang ditandatangani Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) selaku Koordinator Kopertais Wilayah IX.

Selama bekerja di Kopertais, sebut Roma, ia menerima gaji sebesar Rp 2.141.000, di mana penggajiannya bersumber dari DIPA POK Kopertais Wilayah IX.

“Dalam POK Kopertais Wilayah IX TA 2021, gaji kami tetap dianggarkan dan SK penggajian telah ditandatangani. Namun anehnya gaji itu tak kunjung kami diterima hingga kami diberhentikan. Dikemanakan gaji kami itu. Kami sangat membutuhkannya apalagi disaat Pandemi Covid-19 saat ini, pekerjaan sangat sulit didapat,” ujarnya.

Sekretaris Kopertais Wilayah IX Dr Zulkarnaen Nasution yang dikonfirmasi wartawan via telepon selularnya mengatakan Roma disebut kurang disiplin. “Dia kan pegawai harian, bukan BLU dan PNS,” ujar Zulkarnaen. (cpb)

  • Bagikan