Dari Pandemi Jadi Endemi, Ini Dia Strategi Pemerintah

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari 1,5 tahun telah menyita banyak tenaga dan perhatian seluruh dunia. Di Indonesia, pemerintah saat ini sedang menyusun road map atau peta jalan tentang bagaimana caranya mengubah pandemi menjadi endemi. Langkah itu diperlukan sebagai upaya mengendalikan laju penularan Covid-19 dan mengembalikan aktivitas masyarakat secara normal.

Salah satu trategi utama yang kini terus digencarkan adalah pelaksanaan vaksinasi covid-19. Targetnya adalah minimal 70 persen dari total populasi penduduk Indonesia sudah divaksinasi. Selain vaksinasi, adalah tetap menjalankan protokol kesehatan berupa memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumuman, mengurangi kegiatan serta menjaga pola hidup sehat.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto menjelaskan tahap persiapan yang perlu dilakukan dalam menyusun road map dari pandemi menjadi endemi.

“Tahap persiapannya yaitu preventif nya harus kuat misalnya vaksinasinya harus 70 persen, prokes tetap berjalan dengan baik menjadi kebiasaan dalam perilaku masyarakat, kemudian program 3M dan 3T dapat dijalankan oleh petugas-petugas yang kompeten dan bisa dipercaya, itulah saya kira kita sudah memasuki masa persiapan dan transisi,” ujar Agus dalam keterangan pers saat menjadi narasumber pada Forum Dialog bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) secara daring, pada Selasa (19/10).

Deputi Agus juga mengutarakan, persiapan memasuki masa transisi dan hidup berdampingan dalam situasi Covid-19 yaitu selalu menjaga protokol kesehatan secara ketat dan menyesuaikan hidup dengan kebiasaan baru.

“Apa yang dikatakan hidup berdampingan dalam situasi Pandemi Covid-19 yaitu kita harus menyesuaikan dan menyadari situasi hidup bersama Covid-19 dengan menjaga prokes secara ketat dan memasuki endemi, kita dapat mengontrol keduanya dengan semua ilmu yg kita keluarkan harapannya kita akan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin melalui stimulus kebijakan fiskal untuk kelompok menengah kebawah berupa berbagai program bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat.

“Stimulus kebijakan fiskal untuk kelompok menengah kebawah yang menjadi fokus pemerintah melalui bantuan sosial maupun bantuan lainnya yang tujuannya mempertahankan mereka untuk tetap bisa hidup, kemudian mempertahankan mereka untuk tetap bisa menggerakkan ekonomi dibawah dan itulah yang mempunyai resiliensi yang kuat di masa pandemi. Karena resiliensi ditingkat bawah itu sangat penting, kalau tidak ditangani dengan baik maka bisa terjadi kekacauan,” ujar Agus.

Senada dengan hal tesebut, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting mengatakan bahwa penurunan level PPKM saat ini akan diikuti oleh pemulihan diberbagai aktivitas masyarakat.

“Dengan adanya pemulihan kesehatan dan pencapaian pandemi dimana PPKM nya sudah di level 1 dan 2 tentu ini akan diikuti oleh pemulihan ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan pemulihan aktivitas lainnya tetapi tidak berarti adanya pelonggaran,” jelasnya.

Pemerintah juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga, mengawasi, dan berperan aktif dalam mencegah dan mengendalikan virus Covid-19 supaya kasus tidak mengalami kenaikan kembali.(J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *