Wisata Kuliner Di Medan Harus Perhatikan Standar Makanan Sehat

Wisata Kuliner Di Medan Harus Perhatikan Standar Makanan Sehat

  • Bagikan
MAKANAN SEHAT. Wisata Kuliner di Medan harus perhatikan standar makanan sehat. Ilustrasi
MAKANAN SEHAT. Wisata Kuliner di Medan harus perhatikan standar makanan sehat. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Wisata Kuliner di Medan memang sudah terkenal di mancanegara, rasanya yang enak, gurih dan pedas membuat makanan atau kuliner itu menjadi ciri khas.

Namun apakah makanan yang ditawarkan di wisata kuliner Medan sudah memenuhi standar, terutama di era ccovid-19 ini?

Melalui Webinar yang dilakukan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Sumut (IAKMI Sumut) hal ini dibedah dengan tema Pembenahan wisata kuliner di era Covid-19.

Pada webinar yang digelar baru-baru ini, salah seorang pembicara dari Ahli Nutrisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Jumirah, Apr, M Kes, memaparkan bahwa pada wisata kuliner di Medan itu perlu memperhatikan standar makanan sehat.

“Makanan sehat itu adalah makanan terbebas dari pencemaran, terbebas dari bahan-bahan berbahaya kimia maupun biologi seperti formalin, boraks,” katanya.

Seperti makanan Di Kesawan City Walk (KCW), salah satu wisata kuliner Medan yang menjadi sorotan itu disarankannya konsumen dan penjual juga harus memperhatikan apakah makanan di sana sehat dan bergizi atau tidak.

Sehingga ia meminta agar kuliner di sana terjamin kesehatannya harus ada pembinaan dari Pemko Medan terkait apa itu yang dikatakan makanan sehat.

Dan pembinaan ini ucapnya bukan hanya dilakukan kepada penjual namun juga kepada konsumen atau pengunjung. Ini manfaatnya sebutnya agar pengunjung juga cerdas dalam memilih makanan yang sehat untuk dikonsumsi.

“Jadi jangan asal makan saja karena makanan sehat itu harus seimbang, jika makanan kaya lemak, harus juga mengkonsumi makanan penyeimbangnya, artinya konsumen itu juga harus dibina,” ujarnya.

Sosialisasi Makanan Sehat

Ia mengaku webinar yang dilakukan IAKMI sangat baik sebab ia berharap webinar ini merupakan salah satu langkah awal untuk mensosialisasikan gambaran tentang makanan sehat.

Sehingga pemerintah tergerak untuk melakukan pembinaan itu. Dan ia kembali berharap pembinaan ini bisa diterapkan di semua wisata kuliner di Medan bukan hanya di KCW. Dan pastinya sebutnya karena ini Pandemi harus memperhatikan prokes.

Menyambut pernyataan ini, hadir juga Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Drs Agus Suriyono yang menyatakan bahwa ia mengatakan memang kuliner menjadi potensi wisata utama di Medan karena Medan tidak memiliki destinasi wisata.

“Sejak awal Pandemi melanda Pemko Medan mengeluarkan Perwal yang mengatur industri, restoran, rumah makan, kafe dan berhubungan kuliner Medan, disini sudah diatur tata cara berkegiatan,” ucapnya.

Intinya katanya, memanfaatkan 50 persen dari kapasitas yang ada, diatur jarak tempat duduk, penggunaan alat protokol kesehatan (Prokes) yang juga diawasi.

Bahkan dikatakannya, saat ini wisata baru kuliner di KCW sebutnya tetap memperhatikan kesehatannya bagi semua yang beraktivitas didalamnya, seperti mulai pintu masuk hingga pintu pulang sudah diterapkan dengan prokes.

“Beberapa titik di Medan juga akan dibangun wisata kuliner seperti KCW yang memanfaatkan bangunan-bangunan heritage yang mana semua wisata kuliner di Medan ini tidak lepas dari prokes dan makanan sehat,” beber Agus.

Tingkatkan  Kesehatan

Sementara itu, di webinar itu hadir juga Dr Redyanto Sidi, SH., MHKes, Kaprodi magister hukum kesehatan panca Budi dan Melky Maydiroy Waas selaku Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Litbang dan IT PHRI Sumut juga Ketua IAKMI, Destanul Aulia, SKM MBA MEc pH.D.

Pada pengantar sebelumnya, Ketua IAKMI, Destanul Aulia menyebutkan bahwa memilih topik Pembenahan wisata kuliner di era Covid-19 Karena pihaknya ingin manusia bisa terus meningkatkan kesehatan di masa Pandemi ini.

“Kita ingin untuk menghadapi covid-19 bagaimana manusia bisa meningkatkan stoknya. Stok Kesehatan. Kita manusia juga melakukan produksi. Dengan cara memperhatikan lingkungan sehat dan juga makanan dan fikiran sehat yang ada di konsep wisata kuliner. Bagaimana kita bisa menjadikan wisata kuliner yang dipilih oleh Walikota Medan, yakni The Kitchen of Asia bisa menjadi satu pra kondisi memulai pengaktifan ekonomi dengan tetap menjaga prokes, ” ucapnya.

Bahkan ia berharap wisata kuliner sudah terbiasa menghadapi era covid ini dan ini sudah menjadi hal yang biasa sehingga menarik turis mancanegara untuk datang ke Indonesia karena kulinernya sudah terjamin.

“Itulah makanya kita mengundang pakar-pakar yang ada di Medan untuk mengulas ini,” sebutnya.

Apalagi IAKMI itu fokus pada peta perjalanan manusia mulai dari bayi dalam kandungan, balita kemudian kelompok remaja millenial yang tujuannya mempertahankan eksistensi bangsa, produktif bangsa sampai pada menghormati kelompok lansia.

Fokus IAKMI adalah Human Resource. Bagaimana bisa meningkat kan kualitas SDM jadi dengan manusia yang berkualitas akan meningkatkan kesehatan dan akan menghasilkan pemikiran berkualitas.

Suatu kejadian yang tidak bisa kita tolak, yaitu covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi sudah dirasakan di kota Medan dengan turunnya pendapatan.

Sehingga katanya perlu memikirkan faktor penting untuk segera dibuka agar bisa melakukan relaksasi terutama meningkatkan kepercayaan dan jaminan sehingga aktifitas ekonomi bisa berjalan. (cbud).

  • Bagikan