Rumah Kuliner Halal Sehat Higienis Hadir Di Medan

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Lama menunggu hadirnya Rumah kuliner berkonsep halal di Kota Medan, akhirnya perJuli 2021, hadir juga di Kota Medan yakni Markas 7 di Jl.Sei Petani No 7 Medan.

“Insya allah, Konsep halal 100 persen di Markas 7 ini, ditandai dengan bahan baku makanan harus berlabel halal,” kata Owner, Muhammad Hafidz Iskandar yang juga Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Medan, Senin (5/7).

Hafidz menjelaskan, bersama keluarga besarnya, telah berkomitmen bahwa tempat ini Halal,Sehat dan Higienis, juga dilengkapi sarana prasarana ruang ibadah, toilet secara anjuran agama Islam, ruang mandi bagi mereka yang kurang nyaman karena habis olahraga sepeda dan ada ruang tamu layaknya ruang keluarga.

Untuk tempat ibadah, dikonsep secara khusus, dimana, tempat shalat terpisah antara laki-laki dan perempuan sampai dapur tempat memasak makanan juga tidak boleh ada kamar mandi atau toilet.

Bukan hanya itu, penyajian makanan juga diawasi secara ketat.

Begitupun, Rumah kuliner Markas 7 masih punya catatan kecil yang menjadi motivasi ia lahir dan mulai dikunjungi konsumen sejak awal Juni 2021.

Februari lalu, Markas 7 ini, lahirnya, termasuk atas keinginan Owner, Muhammad Hafidz Iskandar yang juga Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Medan.

Saat ia yang kerap jalan-jalan ke luar negeri dan harus kulineran di resto berlabel halal. Di Jepang maupun Korea, bahkan di London, dia berusaha mendapatkan resto halal.

Kemudian, saat Pandemi Covid-19 mengguncang dunia, otomatis jalan-jalan ke luar negeri sangat sulit.

“Idenya muncul. Kenapa tidak mencoba membuat rumah kuliner yang benar-benar halal dengan semua bahan baku yang halal? Maka saya ceritakan hal ini pada orang tua. Papa-Mama, setuju dan lahirlah ide kami membuat rumah kuliner halal 100 persen ditandai dengan bahan baku seluruhnya berlabel halal,” kata Hafidz Iskandar putra H.Ivan Iskandar Batubara Ketua Kadin Sumut dan Hj Revita Lubis yang juga Ketua Forum Komunikasi Muslimah Indonesia Sumut.

Bagaimana bisa menghadirkan konsep halal yang sesungguhnya?
Dia mengakui awalnya terlalu rumit.

Tapi, sambung dia, tidak ada kata menyerah seperti pesan orang tuanya. Bahwa sesuatu yang sulit itu jika diselesaikan dengan tekun hasilnya pasti menggembirakan.

“Ya, akhirnya proses sertifikat terus berjalan dan akan dicek oleh pihak MUI Sumut,” ujarnya.

Terkait produk bahan baku yang seluruhnya harus berlabel halal, dia mengaku ada kesulitan karena masih banyak yang tidak bertuliskan label halal. Sehingga belanja bahan baku harus cari refrensi penjualan yang berlabel halal.

“Contoh kecil saja ya. Tahu berlabel halal itu, justru adanya di supermarket dan produksinya dari luar Medan. Begitu juga untuk item bahan baku lainnya, sebelum beli harus dipastikan bersertifikat halal,”jelasnya.

Ngumpulnya Pecinta Sepeda

Hal lain disampaikanya, tempat ini dijadikan tempat berkumpulnya pecinta sepeda. Setiap hari libur, pecinta sepeda selalu berkata berkumpulnya di Markas 7(rumah Jl Sei Petani No 7).

“Kami punya keluarga komunitas pecinta sepeda. Papa,sangat suka bersepeda dan punya kealian merawat sepeda. Jadi komunitas itu kalau ngumpul selalu bilang ke markas 7 ya. Jadi, saat ide membuat rumah kuliner dipadukan saja dengan tempat ngumpul komunitas. Jadilah Markas 7, ada juga nuansa agamanya seperti saya ceritakan di atas,” ujarnya.

Selain itu, terpikir jugalah menyiapkan tempat untuk teman-teman papa yang ingin merawat sepeda kesayangan bisa di sini saja. “Sepeda juga butuh perawatan. Dibersihkan sampai baut-bautnya
Maka, sembari nunggu dibersihkan bisa menikmati sajian kuliner halal,higienis dan sehat,”pungkasnya sembari memperlihatkan ruangan rawat dan cuci sepeda pada sisi kanan rumah yang didesain. (m22)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *