Pasar Kuliner Secara Online Kian Menjanjikan

Pasar Kuliner Secara Online Kian Menjanjikan

  • Bagikan
PENGELOLA usaha kuliner Dapurnya Momski Lydia Meilani memperlihatkan nasi liwet yang dikemas cantik menggoda selera. Saat pandemi Covid-19 ini, pasar kuliner secara online ternyata kian menjanjikan. Waspada/ist
PENGELOLA usaha kuliner Dapurnya Momski Lydia Meilani memperlihatkan nasi liwet yang dikemas cantik menggoda selera. Saat pandemi Covid-19 ini, pasar kuliner secara online ternyata kian menjanjikan. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Saat pandemi Covid-19 ini, pasar kuliner secara online ternyata kian menjanjikan.

Meski tidak mudah untuk beralih usaha dari yang dirintis sebelumnya, namun pasar kuliner secara online kian menjanjikan.

Setidaknya harus ada tekad dan kemauan yang keras, demi mendukung ekonomi keluarga, sehingga membuat setiap pengusaha harus mampu berpikir kreatif dan mewujudkan usaha yang baru.

Setidaknya hal ini yang dijabarkan pengusaha perempuan bernama, Lydia Meilani Sabtu  (10/10) saat berdiskusi tentang alih usaha masa pandemi covid-19.

Perempuan yang pernah mengelola bisnis Rumah Kecantikan selama beberapa tahun, harus rela menutup usahanya saat pandemi Covid-19 mulai merebak di Kota Medan.

“Menghentikan sementara bisnis Rumah Kecantikan. Sebab, banyak resiko dan memang harus berada di rumah,”ujarnya.

Dia yang sudah biasa memiliki penghasilan dari bisnisnya itu, tentu merasa kurang nyaman jika tidak beraktivitas. Lalu, sebagai seorang ibu, dia hadir bagi keluarga yang ingin dimanjakan dengan aneka makanan.

“Saat tinggal di Jakarta, papa sangat suka belikan makanan yang enak untuk sarapan. Ada lontong cap gomeh atau bubur seafood yang gurih dan sedap. Teringat saya kenangan di Jakarta itu. Kemudian sekarang terpikirlah membuatnya. Ternyata, setelah mencoba banyak yang suka dan saya pikir kenapa tidak dijadikan lahan usaha,”papar Lydia.

Perempuan yang bergabung di Forum Komunikasi Muslimah Indonesia(FKMI) Sumut diketuai Hj Revita Lubis dan Kordinator Bidang UKM Novit, akhirnya berembuk dengan keluarga besarnya untuk membuat usaha.

“Karena  bisnis kuliner ini berpedoman pada dukungan keluarga maka nama usahanya Dapurnya Momski. Alasanya sederhana, masakan mami di rumah pasti enak. Apalagi saat memasak itu penuh dengan curahan cinta seorang ibu, yang siap memenuhi selera anggota keluarga. Makanya, masakan olahan saya tanpa MSG, karena ingin rasanya sesuai bumbu yang dibuat sendiri,”ungkapnya.

Label Halal

Dia menambahkan, untuk bahan baku membuat aneka makanan, diupayakan bahan baku berlabel halal. Sehingga dia yakin betul makanan yang dia siapkan higienis dan halal. “Saya tidak terlalu banyak stok bahan baku masakan, karena membuat makanan tergantung orderan. Jadi bahan baku bisa beli yang segar-segar,” sebutnya.

Lalu bagaimana sistem pemesanan masakan Dapurnya Momski?

“Bisa melalui WA: 08196002999 Atau Follow Ig @dapurnyamomski dan mengirim pesan. Nah biasanya saya membuat masakan sesuai pesanan. Ada nasi liwet dengan ragam menu atau disesuaikan dengan permintaan konsumen, ada lontong medan, lontong cap gomeh, bubur seafood, bubur ayam spesial. Ada juga beef teriyaki mashed potatto,” ungkapnya sembari menambahkan bagi yang ingin sedekahan, ia juga menyiapkan aneka menu pilihan.

Lalu, bagaimana prospek usaha kuliner online saat ini?

Kata Lydia,bisnis kuliner online tampaknya mulai menjanjikan. Tetapi harus sabar dalam menjalani usaha. Selalu terima saran dari pelanggan, adakalanya saran itu bisa membuat usaha kita maju.

Hal lain, kata dia, mengemas makanan dengan kreatif.Ibu 3 anak yang menghabiskan masa kecilnya di Bandung dan Jakarta ini selanjutnya terpikir untuk memasak makanan khas dari Jawa yang disesuaikan dengan selera orang Medan.

“Saya buatnya nasi liwet. Nah, untuk memberikan kesan menggoda bagi konsumen, saya mengemasnya dalam anyaman besek. Kemudian pada bagian atas diberi pita. Kemasan bagus menggambarkan betapa kita menghadirkan cinta saat membuat dan mengirimkan pada konsumen. Makanya setiap item masakan saya selalu ada cerita di dalamnya,”ungkap Lydia. (m22)

  • Bagikan