Nasrun Efendi Harahap Pantang Menyerah Kelola Usaha Di Masa Pandemi

Nasrun Efendi Harahap Pantang Menyerah Kelola Usaha Di Masa Pandemi

  • Bagikan
NASRUN Efendi Harahap Owner Kedai Nasi Kampung Balakka Sitolutolu. Waspada/Anum Saskia
NASRUN Efendi Harahap Owner Kedai Nasi Kampung Balakka Sitolutolu. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Mengelola usaha masa pandemi covid, harus memiliki semangat juang tinggi.

“Pantang menyerah dalam mengelola usaha adalah kiat yang ditanamkan terus menerus. Hidup terus berlanjut, kebutuhan keuangan terus meningkat.

Maka, kita harus semangat bekerja dan berdoa,”kata Nasrun Efendi Harahap (foto) Owner Kedai Nasi Kampung Balakka Sitolutolu di Jl.Panglima Denai No.129 Medan, Jumat(27/8).

Kata dia, usaha kuliner yang tetap diminati masyarakat, juga terkena imbas pandemi. Meskipun saat ini masyarakat mulai terbiasa membeli makanan dengan sistem online, namun banyak juga masyarakat yang ingin membeli secara langsung.

“Memilih menu makanan, umumnya lebih cocok kalau dilihat langsung. Apalagi makanan ini tergantung pada selera.

Jadi kita buka juga kedainya masa PPKM ini,”ucapnya dan menyebutkan, menu yang disiapkan sangat bervariasi. Antaranya, holat dengan ikan mas dan ikan nila, gulai dan rendang ayam kampung, arsik, sup, ikan sale, sambal tuktuk dan juga daun ubi tumbuk.

Bagaimana dengan penghasilan masa PPKM? Dia mengakui penghasilan memang menurun. Terlebih jumlah pengunjung harus dibatasi dan penjualan makanan untuk berbagai jenis menu juga dikurangi.

“Dulu bukanya siang sampai malam. Sekarang sampai pukul 2.30 siang saja. Jumlah makanan yang dijual juga sangat terbatas. Untuk ikan misalnya, kalau dulu sampai 50 kilo, sekarang hanya setengahnya. Inilah yang harus dijalani saat ini, sementara penghasilan setiap hari harus dibagikan untuk modal usaha besok dan menabung untuk gaji pekerja dan biaya hidup setiap bulannya termasuk biaya sekolah anak-anak,”ujarnya.

Strategi

Nasrun Efendi Harahap yang sudah berkecimpung dalam berbagai bidang usaha ini, menyebutkan, dalam mengelola usaha diperlukan strategi agar usaha tetap berjalan.

Pengusaha asal Padangbolak (Paluta) ini mengaku sudah banyak mengelola usaha dan bekerja sebagai petugas kebersihan di Medan. Pernah membuat usaha mukena dan menjualnya sampai ke Malaysia.

“Wah, membuat usaha sudah banyak,tapi akhirnya berkecimpung di kuliner ini,”ucapnya.
Apa kiatnya bisa bertahan di masa pandemi ini?

“Saya memilih untuk tidak menaikan harga makanan tapi cita rasa tidak berubah dari biasanya. Bersedekah dari beberapa menu yang tidak dihitung bayaranya. Selanjutnya promosi dari teman-teman dekat,yang akan membawa temannya lagi ke warung kita,”ungkapnya yang sudah bertemu dengan tokoh-tokoh ternama yang menikmati aneka menu masakanya. (m22)

  • Bagikan