Waspada
Waspada » Menangkap Peluang Usaha Masa Covid-19
Headlines Kuliner Medan

Menangkap Peluang Usaha Masa Covid-19

USAHA Kuliner Ayam Guling Abu Khalid dimulai masa Covid-19 mulai dilirik konsumen. Waspada/Anum Saskia
USAHA Kuliner Ayam Guling Abu Khalid dimulai masa Covid-19 mulai dilirik konsumen. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Pandemi Covid-19 telah membuat ribuan usaha tidak berpenghasilan.

Hal itu dirasakan Direktur Travel PT. Adliyah Amanah Utama, Ikhwansyah Nasution.

“Usaha harus ada, agar kita tetap bertahan hidup dan menghidupi orang lain,” katanya Rabu (24/6).

Akibat mandeknya sektor travel, kata Ikhwansyah, diapun berusaha ke bisnis kuliner.

Meski tidak mudah, namun dia berupaya meyakinkan diri dan keluarga bahwa inilah jalan yang tepat untuk mendapatkan penghasilan baru.

“Mandeknya bisnis perjalanan umrah, secara otomatis mandek pula bisnis makanan seperti kurma dan air zam-zam yang biasa dibawa sepulang umrah. Maka, saya berpikir ganti dengan memulai usaha lain, yakni kuliner. Kenapa kuliner, karna bisnis ini tidak pernah ada matinya. Apalagi saat saya tanya adik yang tinggal di Makkah kapan kondisi ini akan normal. Katanya, wallohu a’lam. Itu artinya, tidak ada kepastian. Perkiraan saya itu baru Januari 2021,” ujarnya.

Kata dia, dengan bisnis kulinerpun harus diketahui juga pangsa pasar dan jenis makanan apa yang dijual.

Terlebih di dekat kediamanya, sudah banyak yang berbisnis kulineran.

“Sayapun melihat beberapa situs di internet dan menemukan, bisnis kuliner yang cocok untuk saat ini yang akan selalu dicari konsumen. Jadi saya kira ini akan mudah dilkoni,”ungkapnya.

Maka, kata dia, jatuhlah pilihan pada kuliner ayam guling, sebab belum banyak disajikan dikawasan Medan Tembung dengan nama Ayam Guling Abu Khalid dengan harga 50 ribu perekor.

“Ide itu muncul saat mengenang perjalanan saya dan isteri di Makkah, saat mencari makanan, ada ayam guling yang kami sebut tawaf. Akhirnya saya berpikir ada baiknya ayam guling itu jadi pilihan bisnis kuliner saya masa Covid 19 ini. Lalu sayapun memperkenalkan usaha ini, di grup WhatsApp. Gak ada malu lagi, karena ujungnya pulus untuk solusi dimasa seperti ini,” ujarnya.

Nah, dengan usaha ini dia mulai mampu menutupi keperluan rumah tangga seperti listrik dan air yang harus dibayarkan rutin serta kebutuhan pokok lainnya.

“Saya juga bisa memberikan gaji untuk dua orang yang ikut mengelola usaha ini. Tentu ini sebuah upaya menutupi kebutuhan hidup yang sulit karena imbas Covid-19,” ungkapnya sembari menyebutkan untuk memanjakan konsumen akan ada program gratis antar di kawasan tertentu. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2