Chika Geluti Usaha Jahit Masker

Chika Geluti Usaha Jahit Masker

  • Bagikan
AKIBAT produksi keripik turun drastis akibat Covid-19, Chika kini geluti usaha jahit masker. Waspada/Ist
AKIBAT produksi keripik turun drastis akibat Covid-19, Chika kini geluti usaha jahit masker. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Dampak pandemi Covid-19 kalangan pengusaha dari berbagai sektor alami masalah. Tak terkecuali bagi pengusaha kuliner. Sejak produksi keripik turun drastis, Chika kini geluti usaha jahit masker.

Langkah Chika, owner Keripik Kare Dapoer Eyang, ini untuk geluti usaha jahit masker, karena penjualan keripik terus mengalami penurunan akibat virus Covid-19.

Menurut Chika sebelum pandemi Covid-19, orderan sudah sampai Malaysia, Singapura, dan Jakarta.

Kemudian sudah banyak juga riseler di Siantar, Sibolga, Jakarta, Dinas Kementrian Kesehatan Jakarta serta jaringan pemasaran lainnya.

Namun, bisnisnya ikut dihempas virus yang mewabah sampai ke penjuru dunia, termasuk Medan, Sumatera Utara.

“Ya, menurun drastis,” katanya, di Medan, Rabu (15/4).

Sadar pemasukan keuangan menurun drastis, Chika akhirnya membangkitkan kembali kemampuan menjahitnya.

“Bakat menjahit memang ada, makanya ada mesin jahit di rumah,” ujar Chika, yang juga anggota Forum Komunikasi Muslimah Indonesia, diketuai Hj Revita Lubis dan Ketua UKM, Novit.

Berawal dari rasa gelisah Chika mahalnya harga masker, tatkala wabah Covid-19 mulai merebak ke Sumut, diapun mencoba untuk membuat masker berbahan kain.

Hasilnya, dia selalu membawa alat pelindung itu dan membawanya bepergian.

“Jadi, sebelum anjuran memakai masker, saya sudah menggunakan. Pamer jugalah bisa bikin masker sendiri,” ujarnya.

Ternyata, sambung dia, banyak tetangga yang minta dibuatkan sambil memberi uang sukarela.

Akhirnya, dia berpikir, mengapa tidak diseriuskan saja langsung membuat masker dalam jumlah besar.

“Ternyata saat saya tawarkan pada teman dan komunitas penggiat bantuan untuk mencegah Covid-19, banyak yang suka dan minta dibuatkan,” ceritanya.

“Jadilah saya buat masker sambil menunggu pesanan keripik. Dengan harga per helai 3.000 sampai 5.000 rupiah.

Alhamdulillah, ada pemasukan baru Begitupun setiap salat lima waktu sehari semalam, saya minta dan mohon pada Allah agar virus Covid-19 ini  segera berlalu.

“Cepat berlalu, agar pengusaha kuliner seperti saya dan lainnya dapat berusaha kembali,” pungkasnya. (m37)

  • Bagikan