Awi Coffee Buktikan Bisnis Bubuk Kopi Tidak Ada Matinya

Awi Coffee Buktikan Bisnis Bubuk Kopi Tidak Ada Matinya

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Awi Coffee, sebuah brand usaha keluarga yang dirintis secara turun temurun, di mana awal usaha bernama Kopisidikalang, membuktikan bahwa Ngopi tidak ada matinya. Tetap diminati dan dicari setiap hari, oleh penyuka atau penikmat kopi.

“Maka, pengusaha bubuk kopi itulah yang berpikir apakah kopi itu diolah tradisional saja atau menggunakan mesin modern. Sehingga mampu menjadi pebisnis kopi handal dengan memproduksi bubuk kopi pilihan konsumen hingga mendunia,” begitu disampaikan, Awi, pemilik usaha roastery kopi berlabel Awi Coffee,di tokonya Jl Mojopahit Medan, Rabu (6/10).


Awi menyebutkan, usaha turun-temurun tiga generasi ini pertama kali dibangun pada tahun 1945 oleh kakeknya, Jio Oen Jaw di Binjai.

Selanjutnya beralih ke ayahnya dan akhirnya tahun 2005 sepenuhnya dikelola oleh Awi.

Bagi Awi, cita rasa kopi akan berbeda dari seorang kepada orang lain. Maka, diapun yakin dengan mengolah beragam biji kopi, akan mampu menjawab keinginan konsumen termasuk cita rasa.

Untuk menjawab keinginan konsumen, maka, diapun mengolah biji kopi menggunakan mesin quality control proses roasting di Binjai tempat asal mula usahanya berdiri. Mesin roasting Probat buatan Jerman yang memiliki sejumlah kelebihan di antaranya konsistensi dan bisa me-roasting sendiri.

Kini produk Awi Coffee dikenal luas bahkan melalui perusahaan PT Dua Harimau Sumatera, ia mampu memasarkan kopi hingga ke berbagai negara tujuan, seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika, China, Hong Kong, dan lainnya.

Menurutnya, di pasar global, kopi Sumatera termasuk primadona. Salah satu alasannya, kopi dari jenis dan daerah mana pun di pulau ini, paling cocok untuk espresso, salah satu sajian kopi favorit.

Dia juga menyebutkan pihaknya sudah ekspor ke Rumania, dan kemarin kita kirim kopi Luwak ke China. Kopi Indonesia di pasar luar negeri salah satu yang paling dicari, dan kebanyakan biji kopi Sumatera.

Begitupun, pasar lokal ibarat urat nadi dalam bisnis kita, dan ekspor palingan sebulan sekali,”ucapnya.

Edukasi Kopi

Awi, pernah kuliah di Singapura. Baginya, bisnis kopi bukan sekadar memberi kepuasan pada konsumen penikmat kopi. Tapi, perlu juga memberi edukasi tentang kopi atau coffee lab.

Itulah sebabnya, Awi, pemilik usaha roastery kopi berlabel Awi Coffee, mulai menjajal pengembangan dengan mendirikan wadah edukasi kopi atau Coffee Lab.

Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan gedung dua lantai untuk rencana tersebut.

Awi menyebutkan, Coffee Lab ini rencananya akan launching setengah tahun mendatang.

“Melalui wadah ini, Anda bisa belajar berbagai hal tentang kopi terutama pengolahan kopi hingga siap dinikmati,” paparnya.(m22)

Waspada/ist
Awi, pemilik usaha roastery kopi berlabel Awi Coffee.

  • Bagikan