Korban Topan di Jepang terus Bertambah

Lansia tewas akibat jatuh dari helikopter saat diselamatkan

Korban Topan di Jepang terus Bertambah
Seorang anggota tim penyelamat berenang di lokasi terdampak banjir guna mencari korban selamat maupun tewas di wilayah Kawasaki, Jepang, Minggu (13/10). Reuters

     TOKYO, Jepang (Waspada): Hingga Senin (14/10) pagi, jumlah korban tewas akibat hantaman topan Hagibis yang melanda Jepang sejak Sabtu menurut media setempat telah mencapai 35 orang.  Puluhan ribu petugas penyelamat masih berjuang mencari korban selamat. Nyaris 20 orang dilaporkan masih hilang dan 187 orang terluka.

     Topan Hagibis memicu hujan deras selama berjam-jam yang berakibat terjadinya tanah longsor dan membuat air sungai setempat meluap yang berujung banjir. Para petugas menembus genangan lumpur demi mencari kemungkinan korban selama yang terjebak.

     Sementara itu, seorang perempuan lansia dilaporkan tewas setelah terjatuh dari helikopter di ketinggian 40 meter saat diselamatkan dari area terdampak banjir. Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo mengakui, perempuan yang berusia sekitar 70 tahun itu tewas karena tidak diikat dengan benar saat diterbangkan dari kota Iwaki di Fukushima.

     Topan Hagibis yang membawa angin kencang 216 kilometer per jam ini tercatat sebagai salah satu topan paling dahsyat yang menerjang area Tokyo dalam beberapa dekade terakhir. Namun disebutkan bahwa hujan deras yang dibawa topan itulah yang menyebabkan kerusakan paling banyak, dengan 21 sungai setempat meluap hingga memicu genangan banjir di area sekitarnya.

     Pada Senin pagi waktu setempat, sekitar 57.500 rumah warga belum mendapat aliran listrik. Sekitar 120 ribu rumah lainnya tidak mendapat suplai air bersih. Puluhan ribu orang mengungsi ke tempat penampungan, dengan kebanyakan dari mereka belum yakin kapan akan kembali pulang.

     Topan Hagibis ini memicu kekacauan perjalanan pada akhir pekan, dengan banyak penerbangan di-grounding dan operasional kereta bawah tanah serta kereta peluru dihentikan sementara. Namun semuanya kembali normal pada Senin (14/10) waktu setempat. (afp/ap/And)