Kondisi Cuaca KNIA Berangsur Normal

DELISERDANG (Waspada): Kendati masih terpapar asap, namun kondisi cuaca di Kualanamu International Airport (KNIA) kembali berangsur normal dengan jarak pandang mendatar (visibility) 3000 meter.

Kondisi Cuaca KNIA Berangsur Normal
Kendati masih terpapar asap, kondisi cuaca di KNIA mulai berangsur normal dengan jarak pandang mendatar (visibility) 3000 meter. Waspada/Irianto

Informasi dihimpun Waspada, Rabu (25/9), jarak pandang mendatar sebelumnya, dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Kualanamu 800 hingga 900 meter. Tapi, kali ini, kondisi cuaca itu mulai pulih.

Airport Duty Manager (OIC) PT. Angkasa Pura II Kualanamu Supri Handoyo yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Alhamdulilah, kondisi cuaca di KNIA mulai normal,” katanya.

Disebutkannya, dengan kondisi cuaca membaik itu, diharapkan masyarakat khususnya calon penumpang tidak lagi was-was untuk berangkat menggunakan pesawat ke sejumah tujuan.

Berikut kondisi jarak pandang mendatar di beberapa bandar udara seperti Gunungsitoli 4000 meter (hujan disertai petir), Sibolga 4000 meter (kabut asap), Aek Godang 5000 meter (kabut) dan Silangit (hujan ringan).

Sebelumnya, terkait kabut asap, Otoritas Bandara (Otband) Wilayah II Medan meminta Airnav dan airport operator untuk mengutamakan keselamatan (safety first) penerbangan.

Kepala Kantor Otband Wilayah II Medan Ir Bintang Hidayat  menuturkan, kondisi cuaca yang saat ini terjadi diduga akibat dari kebakaran hutan, sangat berdampak pada penerbangan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Kualanamu Bambang Setiajid, MT yang dikonfirmasi Waspada melalui Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) Mega Sirait menyatakan asap di KNIA diperkirakan akan tetap bertahan selama suplai asap dari sumber kebakaran hutan/lahan masih berlanjut. “Jadi, asap diperkirakan masih menyelimuti KNIA hingga seminggu ke depan,” paparnya.

Executive General Manager (EGM) PT. Angkasa Pura II Kualanamu Bayuh Iswantoro didampingi Branch Communication and Legal Manager Wisnu Budisetianto menjelaskan, selaku pengelola bandara, pihaknya akan terus  melakukan langkah komunikasi dan koordinasi kepada Otoritas Bandara Wilayah II, BMKG, PT. Airnav Indonesia, instansi permerintah, dan seluruh airline.

Tujuannya lanjut Bayuh, dalam rangka meningkatkan kewaspadaan keselamatan operasi penerbangan dan keselamatan serta kesehatan kerja di lingkungan Bandar Udara Internasional Kualanamu. (m29/C)